Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Jawa Barat Dilibatkan 25 Ribu Mahasiswa untuk Kelola sampah sebagai Pengganti SKS

📅 Rabu, 07 Okt 2026, 14:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Jawa Barat Dilibatkan 25 Ribu Mahasiswa untuk Kelola sampah sebagai Pengganti SKS Doc: ANTARA
Ket. Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman memberikan keterangan.

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melibatkan sebanyak 25.000 mahasiswa untuk turun langsung mengedukasi dan mendampingi warga Bandung Raya mengelola sampah dari rumah tangga selama tiga bulan mulai Oktober 2026, yang dikonversi setara 10 SKS akademis.

Penerjunan puluhan ribu mahasiswa perguruan tinggi tersebut ditargetkan mampu memangkas timbulan sampah harian Bandung Raya hingga 20 persen atau setara 1.000 ton sebelum masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman di Bandung, Rabu (07/10), menjelaskan bahwa program massal berbasis rekayasa sosial (social engineering) ini merupakan replikasi dari uji coba di Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, yang melibatkan 500 mahasiswa dan terbukti memangkas 20 persen sampah serta melipatgandakan tingkat pemilahan.

"Targetnya adalah mengurangi sampah dari sumbernya hingga 20 persen. Jika target tersebut tercapai, dari sekitar 5.000 ton sampah yang dihasilkan Bandung Raya setiap hari, sekitar 1.000 ton dapat ditekan sebelum mencapai TPA Sarimukti," kata Herman.

Herman membeberkan, puluhan ribu mahasiswa yang akan dibekali modul dan perangkat digital tersebut akan disebar ke 52 kecamatan di kawasan Bandung Raya guna memastikan sampah organik terpisah dari sumbernya, sehingga fasilitas pengolahan seperti TPS 3R, Refuse Derived Fuel (RDF), hingga budidaya maggot dapat beroperasi maksimal.

Pemangkasan 1.000 ton sampah harian dari hulu ini menjadi kunci vital Pemprov Jabar untuk memperpanjang usia operasional TPA Sarimukti hingga Desember 2029, sembari menunggu pengoperasian penuh TPPAS Waste to Energy Legok Nangka pada tahun 2030.

Herman menegaskan bahwa krisis sampah tidak lagi bisa diselesaikan hanya dengan pola lama mengangkut sampah ke TPA, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan keterlibatan lintas sektor.

"Sehebat apa pun teknologinya, kuncinya tetap human capital, sumber daya manusia. Urusan perilaku tidak seperti membalikkan telapak tangan, tetapi harus dilakukan. Ini bukan lagi sekadar tugas dan fungsi. Ini sudah soal harga diri kita," tutur Herman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...

Gawat, Warga Jakarta Terlalu Banyak Lemak

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Gawat, Warga Jakarta Terlal...
Advertisement
Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

07 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.