Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPOM Tegaskan Pentingnya Penggunaan Antibiotik dengan Resep Dokter

📅 Minggu, 30 Nov 2025, 15:17 WIB | Oleh:
BPOM Tegaskan Pentingnya Penggunaan Antibiotik dengan Resep Dokter Doc: RRI/Leny Kurniawati
Ket. Kepala BPOM, Taruna Ikrar

JAKARTA - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menekankan, pentingnya penggunaan antibiotik atau antimikroba dengan resep dokter. Hal ini, sebagai upaya mencegah antimikroba resistan yang bisa berdampak pada kematian.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengatakan ancaman antimikroba resistan sudah sangat mengkhawatirkan. Dalam satu tahun, ada 10 juta orang di dunia meninggal akibat antimikroba resistan.

"Jika tidak ada upaya serius menangani hal tersebut, antimikroba resistan bisa menjadi 'silent pandemic'. Dalam 30 tahun ke depan, jumlah kematian setiap tahunnya bisa meningkat dari 10 juta menjadi 57 juta orang," kata Taruna saat dijumpai dalam kegiatan 'Antimikroba Run' BPOM di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (30/11).

Dalam mencegah terjadinya silent pandemic, ia menekankan, penggunaan antimikroba secara rasional harus dikencangkan yakni secara tepat serta baik dan tentunya mengunakan resep dokter.

"Di Indonesia sendiri, berdasarkan data ada 80 persen masyarakat Indonesia mengkonsumsi antibiotik tanpa resep dokter. Dengan kata lain hanya 20 persen saja masyarakat menggunakan antibiotik dengan resep dokter," ucap Taruna.

Berdasarkan data tersebut, ia menuturkan, BPOM telah melakukan sejumlah langkah konkret. Jangan sampai, masyarakat menggunakan antibiotik tanpa resep dokter.

"Melakukan langkah mitigasi terhadap penggunaan obat tanpa resep dokter, mulai dari memberikan surat edaran. Menghukum distributor jika memberikan obat tidak sesuai ketentuan dan mencabut izin atau menutup apotek," ujar Taruna.

Diketahui, kegiatan Antimikroba Run BPOM ini dalam rangka memperingati pekan Kesadaran Resistansi Antimikroba Sedunia 2025. Kegiatan tersebut, BPOM mendapat pencatatan Museum Rekor Indonesia (MURI) karena berhasil membuat video edukasi tentang antimikroba resistan.

Sejumlah peserta kegiatan tersebut mengaku senang dengan diselenggarakannya kegiatan Antimikroba Run. Selain menyehatkan dan menyenangkan, masyarakat juga bisa mendapatkan edukasi juga hadiah menarik.

"Ini kali pertama saya ikut kegiatan ini dan saya beserta istri dan anak sangat senang karena karena menyehatkan dan menyenangkan. Mudah-mudahan bisa sering diadakan entah tiga bulan sekali atau enam bulan sekali," kata salah seorang peserta Antimikroba Run, Adi Hariyadi. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.