Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KSSK Optimistis Ekonomi Nasional Tumbuh 5,4 Persen di 2026

📅 Selasa, 27 Jan 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
KSSK Optimistis Ekonomi Nasional Tumbuh 5,4 Persen di 2026 Doc: Antara
Ket. (Ki-ka) Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (27/1).

Jakarta - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2026 dapat menyentuh 5,4 persen (year-on-year/yoy).

“Pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat menjadi 5,4 persen,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Selasa (27/1).

Memasuki Januari 2026, volatilitas pasar keuangan global sempat meningkat, terutama disebabkan oleh ketegangan perdagangan dan geopolitik.

KSSK mencermati pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 masih akan dipengaruhi oleh dampak lanjutan kebijakan tarif impor Amerika Serikat dan kerentanan rantai pasok global, meski prospek ekonomi AS membaik berkat dorongan investasi di sektor teknologi, termasuk akal imitasi (AI), dan stimulus fiskal berupa pengurangan pajak.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Jepang, China, dan India pada tahun 2026 diperkirakan melambat akibat kelemahan permintaan domestik dan ekspor.

Dari pasar keuangan global, ruang penurunan Fed Funds Rate (FFR) berkurang disertai masih tingginya imbal hasil (yield) US Treasury sejalan dengan defisit fiskal AS yang masih besar.

“Ketidakpastian pasar uang global juga meningkat, terutama dipicu oleh ketegangan perang dagang serta meluasnya eskalasi tensi geopolitik,” jelas Menkeu.

Dana Moneter Internasional (IMF) dalam World Economic Outlook (WEO) Edisi Januari 2026 juga merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,3 persen pada tahun 2025 dan 2026, lebih tinggi dari proyeksi di bulan Oktober 2025.

Sementara itu, perekonomian nasional sepanjang 2026 diperkirakan bakal ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan dengan berbagai sinergi kebijakan dari pemerintah dan lembaga anggota KSSK lainnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Berbagai instrumen ekonomi pun menunjukkan kinerja yang tetap kuat dan dianggap mampu menjaga momentum pertumbuhan ke depan.

“Ke depan, investasi terus diperkuat antara lain dengan peran Danantara Indonesia sebagai pengungkit investasi swasta, termasuk di bidang hilirisasi sumber daya alam, serta upaya peningkatan iklim investasi yang kompetitif dengan pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah atau Satgas P2SP,” tutur Purbaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.