Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Diproyeksikan Jadi Pasar Aviasi Terbesar ke-4 Dunia

📅 Kamis, 27 Nov 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Indonesia Diproyeksikan Jadi Pasar Aviasi Terbesar ke-4 Dunia Doc: Kementerian Luar Negeri RI
Ket. Dubes RI untuk Kanada sekaligus Wakil Tetap Indonesia untuk ICAO Muhsin Syihab

Jakarta - Presiden Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) Salvatore Sciacchitano mengatakan pada Rabu (26/11), Indonesia memiliki potensi pertumbuhan aviasi yang kuat dalam dekade mendatang, sejalan proyeksi Airport Council International (ACI) yang menempatkan negara itu sebagai pasar penumpang terbesar keempat pada 2036–2040.

Seperti dikutip dari Antara, pernyataan itu disampaikan Sciacchitano dalam resepsi diplomatik di Markas Besar ICAO, Montréal, Kanada, yang menandai tonggak bersejarah 75 tahun keanggotaan Indonesia dalam ICAO.

Direktur Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan Capt. Sigit Hani Hadiyanto mengatakan ICAO menjadi mitra kunci dalam pembentukan kebijakan dan standardisasi penerbangan sipil yang memungkinkan kolaborasi global untuk meningkatkan keselamatan dan keberlanjutan.

“ICAO merupakan mitra dalam membentuk kebijakan dan standardisasi penerbangan, di mana negara anggota bekerja sama menuju dunia aviasi yang lebih aman dan berkelanjutan,” katanya. 

Indonesia bergabung dengan ICAO pada 1950 sebagai negara muda yang tengah memperluas konektivitas global dan menjadikan penerbangan sebagai komponen penting pembangunan nasional dan integrasi wilayah.

Kini Indonesia mengelola salah satu ruang udara terbesar di Asia Pasifik, dan menjadi penghubung strategis antara koridor penerbangan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia yang menopang mobilitas regional.

Duta Besar RI untuk Kanada sekaligus Wakil Tetap Indonesia untuk ICAO Muhsin Syihab menyoroti rekam jejak panjang Indonesia di ICAO sejak lima tahun setelah kemerdekaan, yang membentuk fondasi kontribusi jangka panjang negara itu.

“Indonesia telah melakukan banyak perbaikan dan berpartisipasi aktif dalam penyusunan standar penerbangan internasional. Kami berkomitmen menjawab evolusi sektor aviasi,” ujarnya.

Indonesia menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara dengan kemampuan manufaktur pesawat. Sementara skor audit keselamatan dan keamanan penerbangannya kini melampaui rata-rata global.

Pencapaian itu mencerminkan peningkatan tata kelola sektor. Di bidang lingkungan, Indonesia terus membangun ekosistem Sustainable Aviation Fuel untuk mengurangi emisi dari penerbangan sipil internasional dan memperkuat keberlanjutan jangka panjang industri aviasi nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
Timnas Italia Bangkit, Takl...
Megapolitan
Jakarta Diprediksi Cerah Be...
Olahraga
Indonesia Imbang Lawan Mala...

Penataan dan Penertiban Kabel Utilitas di Jakarta

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan dan Penertiban Kab...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.