Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Harus Berani Ambil Langkah Strategis Berpihak pada Produksi Nasional

📅 Rabu, 26 Nov 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Swasembada beras yang kita banggakan itu semu jika rakyatnya diabetes. Talas dan ubi bukan makanan orang miskin, itu superfood masa depan yang justru kita hinakan dengan label pangan inferior,”tegas Muliarta.

Selama indikator keberhasilan Kementerian Pertanian hanya diukur dari surplus beras, maka talas dan ubi akan selamanya menjadi yatim piatu dalam kebijakan negara. Pemerintah gagal menciptakan pasar. Petani mau menanam talas/ubi kalau ada industri yang menyerap (tepung, kosmetik, farmasi).

“Selama pemerintah hanya sibuk mengurus Bulog untuk beras, umbi-umbian akan tetap jadi tanaman pagar, bukan komoditas industri,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Masyarakat Ekonomi Politik Indonesia (MEPI), Iyuk Wahyudi, menilai perlawanan terhadap perdagangan pasar bebas menunjukkan bahwa persoalan pangan Indonesia pada akhirnya bermuara pada keberanian politik pemerintah.

Iyuk mengatakan tantangan utama Indonesia bukan hanya soal kebergantungan terhadap impor komoditas, tetapi keberanian untuk mengambil langkah strategis yang berpihak pada produksi nasional.

“Pada akhirnya, muaranya adalah keberanian politik. Pemerintah harus berani mengambil keputusan yang melindungi produsen dalam negeri,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.