IPB Bicara Blak-Blakan: Agronomi Lahan Cetak Sawah adalah Kunci Lompatan Produksi Pangan
📅 Rabu, 26 Nov 2025, 17:15 WIB | Oleh: Tim PenulisNamun, tingginya laju alih fungsi lahan, degradasi kesuburan tanah, serta keterbatasan lahan subur di berbagai wilayah menjadi tantangan serius yang dihadapi Bangsa Indonesia saat ini.
Ia menegaskan sawah merupakan hasil proses sistem kerja para petani pendahulu bangsa Indonesia yang tekun, terstruktur, dan konsisten secara berkelanjutan.
"Setiap generasi sudah selayaknya mencetak sawah untuk diwariskan pada generasi berikutnya. Ini memang bukan proses yang instan sehingga jangan gampang menyerah,” kata Prof. Budi.
Plt. Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan Hermanto mengatakan saat ini pemerintah berupaya mencetak sawah baru untuk memperluas areal tanam padi dan meningkatkan kapasitas produksi nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 2025, pemerintah memiliki target mencetak sawah seluas 225.000 ha yang tersebar di 17 provinsi.
Dari target tersebut setelah dilakukan kegiatan survei, investigasi, dan desain (SID) yang dilaksanakan oleh mitra perguruan tinggi diperoleh luasan lahan tersedia hasil SID seluas 206.999 ha yang setara 92 persen.
Hingga 21 November 2025, realisasi fisik masih mencapai 21,38 persen setara 48.108 ha karena beberapa kendala seperti teknis di lapangan, administrasi dan pengadaan, sosial dan kelembagaan, dan pelaksanaan konstruksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pemerintah terus melakukan langkah percepatan seperti penambahan alat, tenaga dan hari kerja di lapangan. Kegiatan ini termasuk langkah mendapatkan masukan agronomis dari ahli tanah dan agronomi,” kata Hermanto.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!