Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Investasi Tiongkok di Jateng Terus Meningkat, Terbesar di Tekstil

📅 Rabu, 26 Nov 2025, 13:55 WIB | Oleh:
Investasi Tiongkok di Jateng Terus Meningkat, Terbesar di Tekstil Doc: antara foto
Ket. Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen di Semarang

SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mencatat bahwa tren investasi pengusaha dari Tiongkok ke wilayah tersebut cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen di Semarang, Rabu (26/11), membeberkan bahwa Tiongkok merupakan negara yang investasinya berada di posisi lima besar.

Dalam lima tahun terakhir, nilai penanaman modal dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melonjak tajam, dari Rp552,9 miliar pada 2020 menjadi Rp9,27 triliun pada 2024.

Secara berturut-turut, investasi dari Tiongkok pada 2020 di angka Rp552,9 miliar, setahun kemudian menjadi Rp889,6 miliar, dan selanjutnya di 2022 menjadi Rp1,97 triliun.

Pada 2023, investasi sempat menurun di angka Rp1,59 triliun, tetapi pada 2024 mengalami kenaikan berlipat hingga Rp9,27 triliun.

Pada triwulan III tahun ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng mencatat realisasi investasinya sudah mencapai Rp7,759 triliun.

Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu juga menyampaikan baru saja menerima kunjungan pejabat Pemerintah Provinsi Fujian.

"Ini menjadi investasi tertinggi pada lima tahun terakhir. Menunjukkan hubungan Jawa Tengah dengan Tiongkok ini saling menguntungkan," katanya.

Ia menjelaskan investasi dari Tiongkok tersebar di beberapa kabupaten/kota di Jateng, antara lain Kabupaten Kendal, Demak, Kota Semarang, Kabupaten Jepara dan Batang.

“Investasi terbesar yang ditanamkan adalah sektor tekstil yang mencapai 49 persen," kata putra mendiang ulama KH Maimoen Zubair tersebut.

Selain sektor tekstil, ia juga menawarkan sejumlah potensi investasi lain yang bisa dikerjasamakan, di antaranya pembangkit listrik tenaga mikro hidro di Kabupaten Banyumas, pembangkit listrik tenaga geotermal ada di Telomoyo Kabupaten Semarang.

Ada juga industri tepung singkong atau mocaf di Kabupaten Banjarnegara, pengembangan wisata di Pulau Panjang kabupaten Jepara, serta industri kelapa terpadu di Kabupaten Cilacap, dan Grobogan.

"Kami juga memiliki potensi kerja sama kelautan dan perikanan antara Jawa Tengah dengan Fujian," katanya.

Gus Yasin berharap pertemuan tersebut semakin memperkokoh Jateng dan Fujian untuk pengembangan ekonomi yang inklusif dan saling menguntungkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.