Demi Penuhi Kebutuh Air Warga, PDAM Padang Percepat Pemulihan Intake yang Terdampak Banjir
📅 Rabu, 26 Nov 2025, 09:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
PADANG – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Padang, Sumatra Barat (Sumbar), terus berupaya cepat memulihkan intake mereka yang terdampak banjir sehingga memutus distribusi air kepada pelanggan sejak Selasa (25/1) pagi.
"Kami berusaha secara maksimal agar air yang sangat keruh akibat banjir ini bisa diproduksi dengan jernih dan sampai kepada pelanggan," kata Direktur Utama PDAM Padang Hendra Pebrizal di Padang, Rabu (26/11).
Ia menjelaskan, sejak Selasa pagi hingga tengah malam tim teknis dari PDAM masih bertahan di lokasi-lokasi intake yang bermasalah akibat banjir.
Pengerjaan tidak hanya melibatkan personel teknis saja, akan tetapi juga melibatkan alat berat dari pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V Padang.
Pihaknya memperkirakan sejak terganggunya intake milik PDAM akibat banjir bandang pada Selasa tersebut ada sekitar 100 ribu pelanggan yang tidak mendapatkan pasokan air bersih.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mulut kanal intake PDAM Padang tersumbat oleh material kayu, sampah, pasir serta material lumpur yang dibawa oleh banjir, itu yang terus kami kerjakan sampai tengah malam," jelasnya.
Hendra menjelaskan tingginya curah hujan yang terjadi sepanjang Selasa setidaknya telah mengganggu sebanyak 12 unit intake milik PDAM Padang yang tersebar di berbagai lokasi.
Beberapa di antaranya adalah Intake Pegambiran, Bungus, Lubuk Paraku, Kampung Koto, Ulu Gadut, Sikayan, dan lainnya.
Tersumbatnya mulut intake tersebut tentu saja berdampak vital bagi arus pendistribusian air, sebab air tidak bisa dimasukkan ke instalasi pengolahan air untuk kemudian dialirkan kepada pelanggan.
Hendra menargetkan pada Rabu (26/11) sejumlah intake sudah bisa ditangani oleh pihaknya, agar air bisa dikirim ke instalasi pengolahan air, lalu disalurkan kepada pelanggan.
"Kami berusaha secepatnya dan semaksimal yang kami bisa, tapi upaya pembersihan mulut intake ini juga bergantung pada kondisi sumber baku air," jelasnya.
Hendra menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan atas kondisi yang terjadi dimana distribusi air ke pelanggan berhenti, hal itu dikarenakan banjir bandang yang dipicu oleh tingginya curah hujan.
Selain itu pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf jika air yang keluar di rumah pelanggan pada Rabu (26/11) agak keruh, hal itu karena pihaknya berupaya mendistribusikan air kepada pelanggan secepatnya sehingga kebutuhan air bisa terpenuhi.
Salah seorang warga Kuranji, M Hafiz (23) berharap PDAM Padang bisa segera mengatasi masalah distribusi air tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!