Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kisah Pantai Nipah dari Perburuan Penyu hingga Surga 'Snorkeling' Keindahan Bawah Laut

📅 Selasa, 25 Nov 2025, 18:05 WIB | Oleh:
Kisah Pantai Nipah dari Perburuan Penyu hingga Surga 'Snorkeling' Keindahan Bawah Laut Doc: ANTARA/HO-TCC Nipah
Ket. Wisatawan menyelam bersama seekor penyu di perairan Nipah, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

LOMBOK BARAT, NUSA TENGGARA BARAT - Di tengah gemuruh nama besar Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air (akronim Gili Tramena) yang kini dipenuhi riuh wisatawan, Pantai Nipah di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, diam-diam memperlihatkan pesonanya sendiri.

Pantai Nipah bukan sekadar objek wisata snorkeling baru, melainkan sebuah pelabuhan bagi wisatawan yang merindukan pertemuan intim dengan alam dan ketenangan yang sejati.

Inilah kisah tentang sebuah pantai yang lahir kembali dari semangat konservasi dan menjadi jawaban bagi para pencari damai di bawah laut. Kisah Nipah sebagai surga snorkeling tidak lepas dari perjuangan masyarakat lokal.

Sosok Fikri yang merupakan anggota pelestari penyu dari Turtle Conservation Community (TCC) Nipah menceritakan awal mula perjuangan mereka. Pantai Nipah, dulunya menghadapi tantangan serius berupa perburuan penyu dan telur yang marak dilakukan penduduk lokal.

"Kami sebagai masyarakat di sini merasa punya tanggung jawab untuk melindungi dan melestarikan semua ekosistem bawah laut, termasuk penyu," ucap Fikri.

Sebaiknya Anda baca juga:

Dengan semangat melindungi alam, TCC Nipah secara resmi terbentuk di tahun 2018. Fokus utama mereka adalah konservasi penyu, sebuah langkah yang secara perlahan, namun pasti, membuahkan hasil luar biasa.

Berkat upaya itu, perairan Nipah, kini menjadi rumah yang aman bagi biota laut dan membuat populasi penyu mudah dijumpai oleh para wisatawan.

Fikri menyebutkan keberadaan TCC telah memberikan efek positif yang signifikan, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi pariwisata lokal.

Ia melihat bagaimana pemandu dan wisatawan yang menghindari kepadatan di Gili Tramena maupun Senggigi, kini mulai melirik Nipah. Pantai Nipah menjadi tujuan wisata alternatif yang menawarkan keindahan karang dan jaminan bertemu satwa laut yang tak lagi mudah ditemukan di lokasi lain.

Nipah bukan hanya tentang snorkeling dan menyelam biasa, namun juga eksplorasi ekosistem yang hidup, tempat di mana wisatawan dapat menyaksikan Penyu Hijau, Penyu Sisik, dan Penyu Lekang berenang bebas di antara terumbu karang yang mulai direstorasi oleh pegiat konservasi.

Fikri dan komunitasnya berharap semangat konservasi terus didukung semua pihak. Mereka ingin Nipah menjadi proyek percontohan yang ideal, menjamin kesinambungan antara pariwisata dan pelestarian, sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat secara signifikan.

Pantai Nipah telah membuka lebar pintu dan menawarkan ketenangan yang sulit tertandingi sebagai gerbang masuk menuju keajaiban bawah laut di Pulau Lombok.

20251125180415_1000914307.jpeg

Wisatawan menyelam bersama dua ekor penyu di perairan Nipah, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Antara/HO-TCC Nipah

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

44 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.