Jakarta Makin Rawan? DPRD Desak Gubernur Kerahkan Polisi dan TNI Atasi Kriminal Jelang Nataru
📅 Selasa, 25 Nov 2025, 18:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: ANTARA / Aprillio Akbar
JAKARTA - Meningkatnya kasus kriminalitas di sejumlah titik Jakarta menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi perhatian serius Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco. Ia menegaskan perlunya langkah cepat, terpadu, dan terkoordinasi agar keamanan warga tetap terjaga sepanjang masa libur akhir tahun.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus memperkuat komunikasi dengan Polda Metro Jaya dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ia menilai kolaborasi lintas institusi merupakan keharusan mengingat potensi kerawanan meningkat saat mobilitas masyarakat mulai tinggi.
"Pak gubernur, dan ketua DPRD sedang berkomunikasi dengan pihak kepolisian dan unsur TNI," ujar dia, beberapa waktu lalu.
Basri Baco menyebut opsi pelibatan TNI dapat dibuka bila situasi membutuhkan dukungan keamanan tambahan. Ia menilai peran TNI akan memperbanyak personel di lapangan dan membantu memperketat pengawasan di wilayah-wilayah rawan.
"Jika Polda memerlukan bantuan, berbagai unsur termasuk TNI pasti membantu," ucap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menegaskan perlunya langkah konkret untuk menekan angka kriminalitas yang mulai muncul di berbagai titik jelang Nataru. Baco menyoroti kasus begal yang kembali terjadi di beberapa wilayah Jakarta dan menimbulkan rasa tidak aman bagi masyarakat.
"Harus ada aksi dan upaya nyata untuk menekan tingginya kriminalitas di jalan," kata dia.
Situasi ini kian menjadi perhatian setelah insiden pembegalan kembali memakan korban di kawasan Jatinegara. Seorang pengendara sepeda motor menjadi target pelaku kejahatan di Jalan Layang Terminal Kampung Melayu pada Jumat (21/11).
Sebaiknya Anda baca juga:
Korban diketahui sedang dalam perjalanan pulang ketika pelaku menyerang dan memukul hingga membuatnya tidak sadarkan diri. Akibat serangan tersebut, korban mengalami patah tulang dan harus menjalani perawatan medis.
Sementara itu, sepeda motor korban raib setelah dibawa kabur oleh pelaku yang langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku serta kemungkinan keterkaitan dengan kelompok kriminal lain.
Kejadian tersebut menambah daftar panjang kasus kriminal yang muncul mendekati momen libur besar di Jakarta. Setiap tahun, peningkatan aktivitas masyarakat pada masa Nataru kerap diikuti kenaikan potensi kejahatan jalanan seperti pencurian, begal, hingga perampasan barang milik warga.
DPRD DKI menilai pentingnya kesiapsiagaan dan kehadiran aparat dalam jumlah memadai untuk meminimalisir ruang gerak pelaku. Baco menyatakan bahwa keamanan bukan hanya soal tindak responsif, tetapi juga tindakan preventif yang harus dilakukan sejak awal sebelum kejahatan terjadi.
Ia menegaskan pula bahwa Pemprov DKI Jakarta perlu memastikan semua elemen keamanan bekerja secara sinergis. Kolaborasi yang kuat dianggap menjadi faktor penting untuk memastikan warga tetap merasa aman saat beraktivitas di ruang publik.
Baco juga menyoroti perlunya peningkatan patroli khusus di titik-titik rawan yang kerap menjadi lokasi favorit para pelaku kejahatan. Ia menyebut pola biasanya sudah terlihat jelas sehingga pengawasan dapat diperketat selama 24 jam penuh.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!