Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banjir di Malaysia Genangi 7 Negara Bagian

📅 Selasa, 25 Nov 2025, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banjir di Malaysia Genangi 7 Negara Bagian Doc: AFP/MOHD RASFAN
Ket. Seorang pria mendayung perahu yang membawa harta bendanya saat terjadi banjir di Negara Bagian Kelantan, Malaysia, pada November tahun lalu. Pada Senin (24/11), kantor berita Bernama melaporkan 7 negara bagian di Malaysia saat ini sedang mengalami banjir besar.

KUALA LUMPUR - Jumlah orang yang terkena dampak banjir di seluruh Malaysia telah meningkat menjadi 13.782 hingga Senin (24/11) sore di tujuh negara bagian, kantor berita Bernama melaporkan.

Mengutip laporan terbaru dari situs Info Bencana Dinas Kesejahteraan Sosial, Bernama mengatakan Kelantan tetap yang paling parah terkena dampak dengan 9.634 orang dievakuasi di 38 pusat bantuan sementara (PPS).

“Negara Bagian Kelantan di timur laut, yang berbatasan dengan Thailand, merupakan yang terdampak paling parah,” lapor Bernama.

Adapun wilayah yang terkena dampak termasuk Tumpat, Bachok, Kota Bharu dan Pasir Puteh.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kelantan melaporkan bahwa situasi kini sudah terkendali, tetapi pemantauan ketat terus berlanjut karena diperkirakan hujan akan terus berlanjut.

Perak adalah negara bagian kedua yang terkena dampak paling parah, dengan 1.415 orang berlindung di 20 PPS di Perak Tengah, Manjung, Larut, Matang, Selama dan Hilir Perak. Sementara itu, Terengganu mencatat 205 orang dengan satu PPS yang beroperasi di Besut, sementara Kedah mencatat 371 orang di delapan PPS.

Penang melaporkan 404 orang di empat PPS di Seberang Perai Utara dan Seberang Perai Tengah, Selangor mencatat 327 orang dari 109 KK di delapan PPS, dan Perlis memiliki 1.426 orang yang terkena dampak banjir.

Pihak berwenang mengingatkan warga di wilayah berisiko tinggi untuk mematuhi perintah evakuasi guna menghindari risiko keselamatan dan menahan diri dari aktivitas di sungai atau wilayah yang rawan banjir mendadak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga mengimbau masyarakat untuk selalu memantau kondisi cuaca dan tinggi muka air sungai, menyiapkan kebutuhan dasar sebagai tindakan pencegahan, dan mengutamakan keselamatan keluarga jika diperlukan evakuasi.

Dinas Meteorologi Malaysia sebelumnya telah mengeluarkan peringatan hujan lebat terus-menerus untuk beberapa wilayah di Pantai Timur dan Semenanjung Malaysia utara sepanjang pekan ini.

Banjir sering terjadi di pantai timur Malaysia selama musim hujan tahunan mulai Oktober hingga Maret, yang mengakibatkan ribuan orang mengungsi setiap tahunnya.

Dalam insiden terpisah pada Minggu (23/11), sekitar 400 orang terlantar akibat tanah longsor yang disebabkan oleh hujan terus-menerus di Wang Kelian, sebuah desa di Negara Bagian Perlis di barat laut, media pemerintah melaporkan.

“Orang-orang tersebut aman dan berlindung di sebuah masjid di dataran tinggi,” lapor Bernama pada Minggu malam, mengutip seorang pejabat polisi distrik. ST/CNA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Veda Ega Start di Posisi Kesembilan di Moto3 Hungaria 2026

1.5 jam yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Veda Ega Start  di Posisi K...
Daerah
Mahasiswa ITS Kembangkan Al...
Olahraga
Jojo Lolos ke Final Indones...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Transjakarta Gelar ajang Lari di Jalur Koridor 13

Transjakarta Gelar ajang Lari di Jalur Koridor 13

06 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.