Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Otomotif Indonesia Bergeser dari LCGC ke LCEV

📅 Jumat, 21 Nov 2025, 08:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Otomotif Indonesia Bergeser dari LCGC ke LCEV Doc: Antara
Ket. Pameran otomotif Livin' Fest 2025 di Muladi Dome Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (15/11/2025).

JAKARTA - Dinamika industri otomotif yang terus berkembang selama ini, membuat pergeseran minat beli masyarakat Indonesia juga menjadi berubah, dari maraknya pasar Low Cost Green Car (LCGC) sejak 2013, harus terhenti di dua tahun belakangan ini.

Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu meyakini pergeseran tersebut juga bakal terjadi dalam tahun-tahun mendatang, dari yang semula memuja kendaraan LCGC, bakal berubah haluan menjadi Low Cost EV (LCEV).

“Sementara pangsa strategis di pasar urban, perlahan-lahan bakal semakin diambil alih low cost EV dalam beberapa tahun ke depan,” kata Yannes Martinus Pasaribu, kepada ANTARA, Jumat.

Merujuk data yang dibagikan oleh Gabungan Industri kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), pasar lCGC merosot cukup tajam hingga 34,8 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu dari periode Januari hingga Oktober atau hanya berhasil tercatat sebanyak 97.556 unit pada tahun ini.

Sementara di segmen yang sama yakni Wholesales (dari pabrik ke dealer), tahun 2024 pasar LCGC tercatat mendapatkan pesanan hingga mencapai 49.583 unit.

Yannes melanjutkan bahwa fenomena ini merupakan teguran yang nyata bagi produsen otomotif yang memasarkan kendaraan LCGC di Tanah Air, tidak bisa lagi berada di zona nyaman mereka.

Pasalnya, konsumen muda saat ini sangat memiliki konsentrasi penuh terkait harga, dan juga teknologi yang terkandung dalam kendaraan tersebut.

Datangnya ombak besar dari jenama asal China, juga turut memperparah kondisi pasar LCGC yang semenjak dua tahun ini memiliki catatan kurang memuaskan bagi industri dan juga perusahaan yang memasarkan model-model tersebut.

“Tren penurunan LCGC di Indonesia tidak bisa lagi dibaca hanya sebagai fluktuasi siklus pasar, tetapi sebagai sinyal kuat bergesernya aspirasi kelas menengah dari sekadar “mobil termurah” menjadi “mobil paling masuk akal” dalam hal nilai, citra, dan biaya operasional jangka panjang,” ujar dia.

Sehingga, konsumen di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan sampai Makassar, tren “low cost EV” sangat berpotensi untuk menggantikan peran LCGC yang saat ini mulai dilihat pasar sebagai kendaraan yang sudah tidak rendah lagi.

“Jika range harganya tetap stabil, ia (LCEV) akan menguat sebagai pilihan utama kelas menengah urban. Tetapi, pergeserannya terjadi bertahap dan tidak serta-merta,” lanjut dia.

Secara keseluruhan, penjualan kendaraan di Indonesia dari data Gaikindo menunjukkan tren yang meningkat untuk segmen Wholesales yang mencapai 74.020 unit atau meningkat 19,23 persen dari bulan sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Olahraga
Semarak Parade FIFA ASEAN C...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.