DKI Pasang Saringan Sampah Terpadu di 11 Sungai Halau Sampah ke Kota
📅 Senin, 05 Okt 2026, 15:38 WIB | Oleh: SujarJAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memasang saringan sampah terpadu di 11 sungai guna menahan sampah yang terbawa aliran sungai agar tidak masuk lebih jauh ke kawasan perkotaan.
Saat meninjau Sistem Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan sistem yang saat ini diterapkan di kawasan itu akan dikembangkan di sejumlah sungai lainnya.
"Yang akan kita tangani adalah Kali Sunter, Cipinang, Jatikramat, Baru Timur, Baru Barat, Angke, Grogol, Krukut, Buaran, Kalimalang, dan juga Cakung," kata Pramono saat meninjau saringan sampah di TB Simatupang, Senin.
Pramono mengatakan pemasangan saringan di sejumlah sungai menjadi bagian dari perubahan pola pengelolaan sampah di Jakarta.
Sebab kini, kata Pramono, Pemprov DKI Jakarta telah mengubah pola penanganan sampah dari yang sebelumnya hanya "angkut-buang" menjadi "pilah-angkut-olah".
Selain saringan sampah di sungai, Pramono menyebut pihaknya juga menyiapkan sejumlah fasilitas pengolahan sampah, termasuk RDF Rorotan, RDF Bantar Gebang dan TPS 3R.
"Kalau RDF Rorotan, RDF Bantar Gebang, kemudian TPS 3R berjalan dengan baik, dan tempat ini kemudian juga bisa mengurangi beban sampah yang ke Manggarai, saya yakin penanganan sampah di Jakarta relatif tertangani dengan baik," kata Pramono.
Lebih lanjut, Pramono mengatakan penanganan sampah perlu dilakukan dari bagian hulu sebelum sampah terbawa hingga ke kawasan tengah Jakarta.
Ia mencontohkan fasilitas saringan sampah di TB Simatupang berperan mengambil sampah dari aliran Sungai Ciliwung sebelum mencapai ke Pintu Air Manggarai.
"Karena sampah ini ditangani dari ujung sebelum masuk ke Manggarai. Sehingga dari Sungai Ciliwung inilah kemudian hampir 30 persen sampah bisa diambil, diolah di sini," jelas Pramono.
Saat meninjau lokasi, Pramono melihat proses pengambilan sampah menggunakan ekskavator yang berada di tengah aliran sungai.
Sampah yang terkumpul di saringan dan trash boom kemudian diangkat untuk dipilah. Sebagian sampah dicacah menggunakan mesin UNTHA shredder sebelum diangkut menggunakan truk.
Pramono mengatakan sampah yang dikumpulkan tidak seluruhnya menjadi residu. Sebagian diolah menjadi bahan organik dan sebagian lainnya dipres untuk kebutuhan sejumlah industri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!