Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia–FAO Perkuat Kerja Sama demi Kehutanan Berkelanjutan

📅 Jumat, 21 Nov 2025, 21:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia–FAO Perkuat Kerja Sama demi Kehutanan Berkelanjutan Doc: ANTARA FOTO/ Wahdi Septiawanwsj
Ket. Foto udara kawasan hutan Desa Durian Rambun di Muara Siau, Merangin, Jambi.

JAKARTA – Pembangunan sektor kehutanan yang berkelanjutan menjadi fondasi penting untuk menjaga keseimbangan ekologis sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Pendekatan ini menekankan pengelolaan hutan yang bertanggung jawab, pemanfaatan hasil hutan secara bijak, serta restorasi kawasan yang rusak agar fungsi ekologis tetap terjaga.

Dengan menjaga keberlanjutan, sektor kehutanan dapat terus menjadi sumber devisa, menjaga keanekaragaman hayati, dan memperkuat ketahanan iklim.

Konsistensi kebijakan, pengawasan ketat, serta keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar pemanfaatan hutan tidak melampaui kapasitas regenerasinya.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Food and Agriculture Organization (FAO) menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama dalam mewujudkan pembangunan sektor kehutanan yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan bilateral antara Senior Forestry Officer sekaligus Team Leader Forests and Climate Change FAO Amy Duchelle dengan delegasi Indonesia yang dipimpin Staf Ahli Menteri untuk Menteri Kehutanan Haruni Krisnawati di sela COP30 UNFCCC di Brasil.

Dalam pertemuan tersebut, sebagaimana keterangan tertulis dari Kemenhut di Jakarta, Jumat (21/11), kedua pihak membahas tindak lanjut dan penguatan kerja sama antara Indonesia dan FAO di sektor kehutanan, mencakup dukungan terhadap pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove serta kolaborasi melalui program UN-REDD.

Amy Duchelle menegaskan kerja sama FAO dan Indonesia di sektor kehutanan selama ini telah berkontribusi besar terhadap terwujudnya pembangunan kehutanan Indonesia yang berkelanjutan.

"FAO siap terus mendukung Indonesia dalam memperkuat sektor kehutanan," katanya.

Pada kesempatan itu FAO juga menyampaikan komitmen dalam mendukung pengelolaan lahan basah, antara lain melalui Green Peatland Economy Program yang mendorong praktik pengelolaan lahan basah secara berkelanjutan.

FAO juga memberikan apresiasi atas komitmen Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang telah membentuk Tim Percepatan Hutan Adat dan mengalokasikan 1,4 juta hektare kawasan hutan untuk hutan adat dalam empat tahun mendatang.

Langkah tersebut, menurut Amy dinilai sebagai terobosan penting dan ingin menjadikan Indonesia sebagai role model pengelolaan hutan adat bagi negara lain.

Direktur Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan ekosistem mangrove Indonesia seluas 3,44 juta hektare, dengan sekitar 80 persen berada di kawasan hutan.

Dengan demikian, lanjutnya, kerja sama restorasi mangrove juga harus berada dalam lingkup Kementerian Kehutanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.