IHSG Hari Ini Terseret ke Zona Merah, Optimisme The Fed Meredup Bikin Pasar Galau
📅 Jumat, 21 Nov 2025, 19:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring meredupnya optimisme pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Ketidakpastian kebijakan moneter AS membuat investor cenderung menahan aksi beli dan beralih ke aset aman, sehingga tekanan jual meningkat di bursa domestik.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen global masih menjadi faktor penentu utama arah pasar, sementara pelaku pasar menunggu sinyal yang lebih jelas mengenai prospek inflasi dan kebijakan suku bunga ke depan.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/11) sore, ditutup melemah 5,57 poin atau 0,07 persen ke posisi 8.414,35 seiring meredupnya optimisme pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,34 poin atau 0,28 persen ke posisi 845,68.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pasar tampaknya berhati-hati dalam mengambil posisi baru seiring kejatuhan aksi jual di pasar Wall Street Amerika Serikat (AS), karena data pekerjaan gagal mengklarifikasi prospek suku bunga jangka pendek, sehingga harapan pelaku pasar terhadap pemotongan suku bunga pada Desember 2025 oleh The Fed meredup," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.
Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan, menunjukkan penambahan 119.000 pekerjaan nonpertanian sepanjang September 2025, lebih dua kali lipat dari perkiraan kenaikan 50.000 pekerjaan.
Gubernur Fed Michael Barr mencatat bahwa The Fed harus berhati-hati dalam melanjutkan pemotongan suku bunga tambahan dengan inflasi yang masih di atas target.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, tekanan lebih lanjut datang dari meningkatnya ketegangan antara China dan Jepang atas Taiwan, termasuk rencana Beijing untuk menangguhkan impor makanan laut Jepang.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu dipimpin sektor teknologi yang naik sebesar 2,43 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 0,80 persen dan 0,60 persen.
Sedangkan, enam sektor melemah yaitu sektor keuangan turun paling dalam sebesar 0,75 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor transpprtasi & logistik yang masing- masing turun 0,71 persen dan 0,65 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BUKK, INDO, GGRP, SMDM dan GPSO. Sedangkan saha-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PURI, TIRA, SKLT, JATI dan AEGS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.941.784 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 34,78 miliar lembar saham senilai Rp16,47 triliun. Sebanyak 274 saham naik 352 saham menurun, dan 187 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah .146,44 poin atau 2,30 persen ke 48.677,50, indeks Shanghai melemah 96,16 poin atau 2,45 persen ke 3.834,89, indeks Hang Seng melemah 615,55 poin atau 2,38 persen ke posisi 25.220,02, dan indeks Straits Times melemah 43,19 poin atau 0,96 persen ke 4.468,68.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!