Cegah Bullying, Pemkot Surabaya Bangun Ekosistem Sekolah Aman dan Toleran
📅 Jumat, 21 Nov 2025, 00:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPeran Guru Bimbingan Konseling (BK) akan diperkuat sebagai garda depan. Guru BK di SMP, serta guru kelas 4 dan 5 di SD, akan memegang peran penting dalam pendampingan. Fokus pencegahan tidak hanya pada kekerasan fisik dan seksual, tetapi juga pada isu yang lebih mendasar, memastikan anak memiliki wadah aman untuk curhat.
“Kami juga memaksimalkan fungsi Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah. Guru harus dibekali pendampingan intensif agar mampu mengenali gejala (case) anak-anak yang murung atau cemberut, sehingga masalah dapat segera dideteksi dan dinetralisir,” jelasnya.
Terakhir, Yusuf menerangkan bahwa pemicu utama bullying saat ini adalah era digital, di mana anak-anak mudah meniru perilaku negatif dari konten tanpa memahami dampak buruk dan rasa tersinggung yang ditimbulkannya. Oleh karena itu, pencegahan difokuskan pada penguatan toleransi dan interaksi sosial yang sehat, serta pembentukan konselor sebaya sebagai saluran keluhan. Tujuannya adalah meminimalkan risiko anak mengalami rasa minder atau rendah diri akibat perundungan.
“Penguatan akan difokuskan pada toleransi dan interaksi sosial yang sehat, sebab bullying pada dasarnya berakar dari kurangnya toleransi. Jika guru tidak sigap memahami karakter siswa dan kasus bullying tidak segera diselesaikan, perundungan akan berlanjut. Kuncinya adalah deteksi cepat dan netralisasi dini untuk mencegah dampak jangka panjang yang merugikan mental anak,” pungkasnya. (
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!