Jangan Menikah Tanpa Tahu Ini! Ahli Ungkap Bahaya Skor Kredit Buruk bagi Masa Depan Rumah Tangga
📅 Kamis, 20 Nov 2025, 18:01 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-Skorku
JAKARTA - Memasuki jenjang pernikahan, pasangan muda tidak hanya dituntut menata rencana keluarga, tetapi juga memastikan fondasi finansial mereka kokoh.
Dalam merencanakan kehidupan berkeluarga, pasangan muda juga perlu memperhitungkan pemenuhan kebutuhan jangka panjang, seperti hunian, yang memerlukan akses pembiayaan dari lembaga keuangan.
Head of Consumer Business CBI Nora Asteria menyampaikan perlunya literasi finansial, termasuk pengetahuan tentang pengajuan kredit, bagi pasangan muda yang berencana berkeluarga.
"Perencanaan keluarga yang matang bukan hanya soal berapa anak yang ingin dimiliki, tetapi juga bagaimana setiap pasangan membangun kepercayaan finansial bersama," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers perusahaan pada Kamis.
"Saat mengajukan pinjaman, lembaga keuangan menilai profil risiko kedua belah pihak, bukan hanya salah satu. Karena itu, memahami dan menjaga skor kredit sejak awal menjadi bagian penting dari stabilitas keuangan keluarga," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Buku Saku Cerdas Mengelola Keuangan keluaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pasangan dalam hal ini sebaiknya menetapkan prioritas kebutuhan, merencanakan pembiayaan untuk aspirasi besar seperti pembelian aset atau modal usaha, serta memilih fasilitas kredit sesuai kemampuan pembayaran.
Pengetahuan mengenai skor kredit diperlukan dalam pengambilan keputusan finansial berkenaan dengan hal-hal tersebut.
Salah satu penilaian utama dalam menentukan kemampuan dan risiko peminjam adalah skor kredit, yang dipengaruhi oleh reputasi finansial seseorang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Faktor penentu reputasi finansial seseorang antara lain riwayat pembayaran, pengelolaan kewajiban, serta kedisiplinan membayar cicilan.
Nora mengemukakan pentingnya keterbukaan kondisi finansial sebelum menikah untuk mencegah kesalahpahaman di kemudian hari.
Dia mengatakan bahwa literasi kredit merupakan bagian dari warisan finansial keluarga, karena dapat membentuk kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih sehat.
"Skor kredit bukan sekadar angka. Ia mencerminkan tanggung jawab dan kesiapan menghadapi masa depan. Langkah kecil hari ini dapat menjadi investasi bagi ketenangan keluarga di masa depan," katanya.
Oleh karena itu, menurut dia, pasangan muda sebaiknya belajar memahami laporan kredit, termasuk cara melihat karakter pengelolaan utang diri maupun pasangan berdasarkan catatan tersebut.
Ia mengingatkan adanya risiko penyalahgunaan identitas finansial dalam keluarga, terutama ketika salah satu pihak menggunakan akun atau data pribadi pasangan untuk mengajukan pinjaman tanpa persetujuan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!