Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mongolia Lirik Indonesia, Tertarik Ekspor Wol dan Produk Tekstil

📅 Rabu, 19 Nov 2025, 21:37 WIB | Oleh:
Mongolia Lirik Indonesia, Tertarik Ekspor Wol dan Produk Tekstil Doc: AFP/MONGOLIAN GALLERY

ULAN BATOR - Mongolia ingin meningkatkan ekspor kasmir dan wol ke Indonesia karena permintaan produk mewah di pasar domestik terus tumbuh dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di sektor fesyen.

“Kami melihat peluang besar di bidang kasmir dan wol karena pasar barang mewah Indonesia berkembang pesat,” kata Direktur Jenderal Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Mongolia Ulziisaikhan Ganbold, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan pada forum bisnis “Expanding Horizons in Trade and Investment” yang digelar KBRI Beijing dan dihadiri pejabat Mongolia, kamar dagang, serta pelaku usaha.

"Produk kasmir ini menarik karena dapat disesuaikan bagi pengguna untuk iklim mana saja dan kami juga ingin berkolaborasi dengan produsen pakaian jadi yang akan mendukung potensi ekspor ASEAN dan dunia," tambah Ulziisaikhan

Kulit dan kulit semi-olahan, tambah Ulziisaikhan, juga merupakan salah satu sektor yang dilihat memiliki peluang.

"Karena Indonesia juga mengimpor kulit mentah dalam jumlah yang tinggi untuk dibuat sepatu dan tas mereka. Sektor lain yang kami lihat berpotensi menjadi tren di masa depan adalah perdagangan buah beri liar organik dan kacang pinus," ungkap Ulziisaikhan.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Mongolia, kata Ulziisaikhan, ingin bekerja sama dengan Indonesia.

"Kemudian juga untuk mendapatkan sertifikasi halal untuk daging asal Mongolia karena produk daging halal adalah sesuatu yang ingin kami kerjakan secara erat pada 2026 dan kami yakin membutuhkan bantuan di bidang ini," tambah Ulziisaikhan.

Ulziisaikhan mengakui, meski perdagangan bilateral Mongolia dan Indonesia telah tumbuh, tapi masih jauh di bawah potensinya.

"Mongolia melihat peluang untuk memperluas kerja sama di sektor energi terbarukan, jasa pertambangan, pertanian, dan produksi pangan, serta pariwisata, teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) dan inovasi digital," kata Ulziisaikhan.

Ia pun menyambut investasi Indonesia di sektor keahlian industri seiring keinginan Mongolia untuk mendiversifikasi ekonominya.

"Saya ingin menyoroti perlunya mengatasi akses pasar, hambatan, logistik, informasi perdagangan pertemuan pasar. Satu contoh bidang yang juga dapat direalisasikan pada masa depan adalah ekspor produk garam dari Mongolia karena seperti yang Anda ketahui, Indonesia merupakan importir garam yang besar di kawasan," jelas Ulziisaikhan.

Ulziisaikhan pun menilai Indonesia juga sebagai pintu gerbang ke pasar ASEAN.

"Menjelang peringatan 70 tahun, Mongolia ingin secara aktif mengadakan kunjungan tingkat tinggi dan melaksanakan berbagai perjanjian komprehensif lainnya, seperti forum hari ini maupun kunjungan delegasi bisnis, pameran bersama, serta acara-acara khusus untuk kerja sama ekonomi dan perdagangan," tegas Ulziisaikhan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.