Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Harus Perluas Jargas untuk Tekan Subsidi LPG

📅 Senin, 13 Okt 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Pemerintah Harus Perluas Jargas untuk Tekan Subsidi LPG Doc: ANTARA/Nova Wahyudi
Ket. Pekerja memeriksa pipa minyak booster station 27 milik PT Pertamina Gas Operation Central Sumatera Area (OCSA), Banyuasin, Sumatera Selatan.

Jakarta - Pemerintah dinilai perlu mempercepat dan memperluas pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) sebagai langkah strategis untuk menekan beban subsidi LPG yang terus meningkat.

Direktur Eksekutif Next Indonesia Center Christiantoko mengatakan perlu perluasan jargas dan mereformasi mekanisme subsidi agar tepat sasaran.

“Memperluas jaringan gas serta mereformasi mekanisme subsidi menjadi lebih tepat sasaran merupakan langkah penting untuk keluar dari jebakan ‘pukulan ganda’,” ucap Christiantoko, di Jakarta, Minggu (12/10).

Seperti dikutip dari Antara, Christiantoko menyampaikan Pemerintah Indonesia saat ini menderita pukulan ganda dalam upaya menyediakan LPG yang terjangkau untuk masyarakat.

Subsidi LPG 3 kg, tutur dia, terus naik dan sempat melampaui 100 triliun rupiah pada 2022, seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang membutuhkan LPG 3 kg. Sementara itu, biaya impor LPG 3 kg juga terus naik.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Next Indonesia Center melalui situs Kementerian Keuangan dan Badan Pusat Statistik (BPS), nilai subsidi LPG 3 kg sebesar 32,8 triliun rupiah pada 2020; naik menjadi 67,6 triliun pada 2021; lalu meroket hingga 100,4 pada 2022; turun ke angka 74,3 triliun pada 2023; sebelum naik lagi ke 80,2 triliun pada 2024.

Pukulan kedua datang dari nilai impor gas yang juga fluktuatif, yakni dari 37,6 triliun rupiah pada 2020; naik menjadi 58,6 triliun (2021); lalu 72,7 triliun (2022); turun menjadi 56,1 triliun (2023); dan kembali naik menjadi 60,3 triliun (2024).

Oleh karena itu, Christiantoko menyampaikan perlunya perluasan jaringan gas dan mereformasi mekanisme subsidi untuk mengurangi beban subsidi LPG.

Saat ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendapatkan tambahan anggaran sebesar 8,55 triliun rupiah untuk tambahan pembangunan jaringan gas rumah tangga hingga eksplorasi batu bara.

Di sisi lain, data penerima subsidi LPG masih dimatangkan. Pematangan data penerima subsidi itu sudah disiapkan sejak awal 2025. Pematangan data serupa juga berlaku untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.