IHSG Hari Ini Menguat Usai BI Tahan Suku Bunga: Reli Nyata atau Sekadar Efek Psikologis?
📅 Rabu, 19 Nov 2025, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Asprilla Dwi Adha
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat setelah Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sesuai ekspektasi pasar, mencerminkan sentimen positif investor terhadap kepastian kebijakan moneter.
Keputusan BI menahan suku bunga memberi sinyal stabilitas dan meredakan kekhawatiran terkait tekanan eksternal, sehingga mendorong aliran dana masuk ke aset berisiko.
Penguatan IHSG ini menunjukkan bahwa kepastian arah kebijakan menjadi faktor kunci yang mampu menjaga kepercayaan pasar di tengah kondisi global yang masih bergejolak.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (19/11) sore, ditutup menguat 44,65 atau 0,53 persen ke posisi 8.406,58 seiring dengan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) ditahan di level 4,75 persen, sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,46 poin atau 0,65 persen ke posisi 848,97.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pasar menilai pandangan IMF (International Monetary Fund) memberikan gambaran bagaimana pencapaian kinerja ekonomi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan pro growth ekonomi dalam negeri di saat situasi kondisi eksternal menantang,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta.
Nico menjelaskan IMF mengungkapkan bahwa langkah pelonggaran moneter Bank Indonesia (BI) sudah berada di jalur yang tepat dan membuka ruang bagi penurunan suku bunga lanjutan.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan November 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate berada di level 4,75 persen. Suku bunga deposit facility diputuskan juga tetap di level 3,75 persen, serta suku bunga lending facility yang diputuskan tetap di level 5,5 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari mancanegara, pelaku pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed sebesar 25 basis poin sebesar 47 persen pada Desember 2025, atau turun dari lebih dari 90 persen dibandingkan sebulan lalu.
Beberapa pejabat The Fed memperingatkan agar tidak melakukan pemotongan lebih lanjut di tengah risiko inflasi, meskipun Gubernur Christopher Waller menegaskan kembali dukungan untuk pelonggaran suku bunga mengingat tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja
Di sisi lain, sentimen tekanan pasar juga datang dari kondisi hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Jepang yang dikhawatrikan akan panas berkepanjangan. Hal ini seiring ketegangan antara Tiongkok dan Jepang dalam perselisihan diplomatik memicu dampak hubungan ekonomi ke dua negara.
Kecemasan pasar yaitu pasca Direktur Jenderal Departemen Urusan Asia Kementerian Luar Negeri Tiongkok Liu Jinsong menyatakan ketidakpuasannya terhadap hasil pertemuannya dengan diplomat Jepang.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang naik sebesar 1,49 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor konsumen primer yang masing-masing naik sebesar 1,09 persen dan 1,00 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!