Presiden Komitmen Perbaiki Semua Mutu Sekolah Melalui Konsolidasi
📅 Selasa, 18 Nov 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: antara
BEKASI - Presiden Prabowo Subianto kembali menekankan pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Untuk menunjang hal itu Presiden mengatakan pembangunan sekolah integrasi akan menggunakan fasilitas modern yang disejajarkan dengan standar sekolah di negara maju.
Dalam pidato pada acara peluncuran penggunaan interactive flat panel (IFP) atau smartboard untuk sekolah-sekolah di Indonesia di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11), Prabowo menyatakan komitmennya untuk memperbaiki semua sekolah yang ada di Indonesia dengan mengonsolidasikan sekolah-sekolah agar memiliki sistem pendidikan yang baik.
“Saya katakan tadi memperbaiki semua sekolah yang ada di Indonesia, dan kita ingin konsolidasi sekolah-sekolah itu. Kalau sekolah-sekolah itu muridnya sudah kurang, kita konsolidasikan dan kita bikin sekolah-sekolah yang bagus,” kata Prabowo.
Presiden berencana membangun sekolah-sekolah yang terintegrasi mulai dari tingkat SD sampai dengan SMA yang ditujukan kepada siswa dari kelompok masyarakat kelas menengah atau mereka yang masuk dalam kategori desil 3 sampai dengan desil 6.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan kementeriannya ditugaskan untuk membuat konsep mengenai sekolah integrasi tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami diperintahkan untuk memikirkan lebih dalam, mungkin semacam sekolah terintegrasi di tiap kecamatan, ada SD, ada SMP, ada SMA, ada SMK dengan fasilitas yang lengkap, fasilitas laboratorium, olahraga, bengkel ya untuk vokasional, dan seterusnya,” kata Pratikno di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (5/11).
“Jadi bukan hanya tentang sains, teknologi, engineering, dan matematika, tetapi Pak Presiden menambahkan ada arts dan olahraga,” kata Pratikno.
Untuk mencetak siswa-siswa unggul di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), pemerintah telah meluncurkan Sekolah Garuda, sementara untuk memastikan pemerataan pendidikan untuk anak-anak dari keluarga dengan kategori sangat miskin (desil 1) dan miskin (desil 2), ada Sekolah Rakyat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ini butuh kajian yang lebih mendalam, dielaborasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” kata Pratikno.
Sekolah-sekolah yang diintegrasikan itu tidak harus sekolah baru, karena ada opsi untuk mengonversi sekolah-sekolah negeri yang ada. Langkah itu telah dijalankan saat membentuk Sekolah Garuda.
Langkah Mulia
Ahli analisis kebijakan publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Subarsono, menilai rencana Presiden Prabowo membangun sekolah integrasi dengan fasilitas modern setara negara maju merupakan langkah mulia, namun harus disiapkan dengan matang agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan.
Subarsono mengatakan dirinya belum menerima dokumen resmi terkait desain kebijakan tersebut, namun dia menilai sejumlah catatan penting perlu diperhatikan pemerintah bila ingin program ini berjalan sesuai visi dan tujuan.
“Kebijakan ini perlu dimatangkan agar implementasinya berjalan menuju visi, misi, dan tujuan yang dikehendaki. Kalau desain kebijakan kurang matang, saya takut seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bermasalah dan mengecewakan publik,” kata Subarsono.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!