Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menteri Kebudayaan: Perlu Promosi Optimal Topeng Cirebon Agar Tetap Hidup

📅 Selasa, 18 Nov 2025, 14:12 WIB | Oleh:
Menteri Kebudayaan: Perlu Promosi Optimal Topeng Cirebon Agar Tetap Hidup Doc: antara foto
Ket. Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon saat mengunjungi Museum Topeng Cirebon di Balai Kota Cirebon, Jawa Barat (Jabar).

JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengemukakan perlunya mengoptimalkan promosi seni topeng Cirebon agar tetap hidup dan lestari. Hal itu diungkapkan Menbud saat mengunjungi Museum Topeng Cirebon di Balai Kota Cirebon, Jawa Barat (Jabar).

Menurut siaran pers kementerian pada Selasa (18/11), Museum Topeng Cirebon menampilkan ratusan koleksi topeng termasuk Topeng Panca Wanda, yang meliputi Topeng Panji, Topeng Samba (Pamindo), Topeng Rumyang, Topeng Patih (Tumenggung), dan Topeng Kelana (Rahwana).

Selain itu, ditampilkan pula profil tokoh-tokoh di balik seni topeng Cirebon seperti Ki Kandeg Padmajawinata dan Ki Empek serta para perajin kedok.

Menteri Kebudayaan menyebut topeng Cirebon sebagai salah satu bentuk ekspresi budaya yang perlu terus dihidupkan.

"Topeng Cirebon ini salah satu topeng yang legendaris dan mempunyai banyak cerita, dari Ramayana, Mahabarata, dan cerita-cerita lokal lainnya. Ini sangat penting untuk memperkenalkan kembali topeng Cirebon," katanya.

Museum Topeng Cirebon diharapkan bisa menjadi sarana untuk memperoleh informasi mengenai topeng Cirebon serta mengenal para maestro di baliknya.

Menteri Kebudayaan mengatakan bahwa promosi seni topeng Cirebon juga dapat dilakukan melalui media seperti buku dan film.

"Perlu dibuat buku, film, dokumenter, serta berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya tentang topeng ini, sehingga topeng Cirebon makin hidup dan menjadi satu ekosistem yang tumbuh berkelanjutan di Cirebon dan sekitarnya," katanya.

Fadli juga mendorong optimalisasi pemanfaatan bangunan bekas kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu​​​​​​​ (DPMPTSP) untuk museum dan galeri yang menampilkan sejarah Kota Cirebon dan berbagai ekspresi budayanya.

Menurut dia, bangunan itu bisa difungsikan sebagai tempat pertunjukan musik, tari topeng, ruang pamer seni kontemporer, dan diskusi budaya.

"Kita membutuhkan lebih banyak ruang publik dan ruang budaya yang bisa mengedukasi serta memajukan kebudayaan nasional kita, dalam hal ini juga budaya Cirebon," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.