Ini Alasannya, Makin Banyak Perusahaan Pakai Perangkat NAS untuk Sistem CCTV
📅 Selasa, 18 Nov 2025, 18:32 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: Dok. Istimewa
JAKARTA - Selama ini, banyak perusahaan masih mengandalkan sistem CCTV berbasis DVR (Digital Video Recorder) untuk kebutuhan monitor keamanan. Sistem ini memang sederhana, kamera dihubungkan lewat kabel koaksial, lalu hasil rekamannya tersimpan di hard drive lokal. Mudah digunakan, tapi kapasitasnya terbatas dan sulit diskalakan.
Seiring perkembangan teknologi dan semakin populernya kamera IP, muncul NVR (Network Video Recorder) yang menawarkan kualitas gambar lebih tinggi serta akses jarak jauh yang lebih praktis.
Namun kini, kebutuhan sistem CCTV semakin kompleks. Mulai dari resolusi tinggi, durasi penyimpanan panjang, akses jarak jauh, hingga manajemen untuk berbagai lokasi. Banyak perusahaan pun mulai mencari solusi yang lebih fleksibel dari NVR konvensional. Di sinilah perangkat NAS mulai dilirik sebagai solusi NVR modern.
Kebutuhan pengawasan kini tidak lagi sekadar soal merekam video. Perusahaan membutuhkan sistem yang dapat diskalakan seiring kebutuhan bisnis, mendukung banyak kamera sekaligus, serta menjamin keamanan data tanpa biaya langganan cloud bulanan.
DVR maupun NVR tradisional cenderung memiliki batasan, seperti kompatibilitas kamera yang terbatas dan kapasitas penyimpanan yang sulit diperluas. Sebaliknya, sistem NVR berbasis NAS (Network Attached Storage) hadir sebagai solusi yang lebih dinamis. NAS dikenal sebagai perangkat penyimpanan data, sehingga ketika digunakan untuk sistem NVR, perangkat ini mampu menjawab tantangan kebutuhan data yang terus meningkat, memberikan fleksibilitas dalam memilih kamera dari berbagai merek, dan menghadirkan lapisan keamanan data yang lebih kuat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Banyak organisasi di Indonesia mulai sadar bahwa sistem surveillance bukan lagi sekadar pasang kamera. Mereka membutuhkan sistem CCTV yang lebih cerdas dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.,” ujar Clara Hsu, Country Manager Indonesia di Synology dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/11).
Berbeda dari NVR tradisional yang mengikat pengguna pada satu vendor tertentu, salah satu keunggulan utama NAS adalah fleksibilitasnya. NAS sebagai perangkat penyimpanan membuat integrasi antara penyimpanan dan sistem pengawasan menjadi lebih efisien.
Sebagai contoh, salah satu brand NAS, Synology, mendukung ribuan model kamera IP dari berbagai merek, sehingga pengguna tidak perlu terpaku pada satu vendor saja. Selain itu, seluruh data dapat disimpan dan dikelola secara terpusat, mulai dari pemantauan langsung, pemutaran ulang, hingga analitik video.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena data disimpan di lokasi sendiri (on-premise), perusahaan juga memiliki kendali penuh atas keamanandatanya. Hal ini penting, terutama bagi bisnis yang memiliki kebijakan internal atau regulasi ketat terkait perlindungan data.
“Perusahaan sekarang mulai peduli dengan kepemilikan data.. Dengan NAS, data CCTV tetap berada di infrastruktur mereka sendiri, tapi tetap bisa dimanfaatkan untuk analisis pintar dan pemantauan lintas cabang.” lanjut Clara.
Sistem NVR berbasis NAS bukan hanya merekam video, tapi juga bisa menganalisisnya. Misalkan dengan aplikasi dalam perangkat NAS Synology, Surveillance Station, pengguna bisa memanfaatkan fitur berbasis AI seperti deteksi gerakan, pengenalan wajah, hingga analisis jumlah orang di area tertentu.
Fitur-fitur ini bukan cuma meningkatkan keamanan, tapi juga bisa membantu efisiensi operasional, misalnya di sektor ritel, manufaktur, atau logistik, di mana data pengawasan bisa dipakai untuk memahami pola aktivitas dan lalu lintas di area kerja.
Lebih menarik lagi, NAS juga dapat digunakan untuk kebutuhan backup dan penyimpanan data bisnis lainnya. Dengan demikian, satu perangkat bisa memenuhi beberapa fungsi sekaligus - hemat biaya, efisien, dan mudah dikelola.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!