Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Terjun, Harapan Dipangkas: Pasar Ketar-Ketir Sikap The Fed!

📅 Selasa, 18 Nov 2025, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Terjun, Harapan Dipangkas: Pasar Ketar-Ketir Sikap The Fed! Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring memudarnya optimisme pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed.

Ekspektasi yang semakin konservatif mendorong investor melakukan aksi ambil untung dan mengalihkan portofolio ke aset yang dianggap lebih aman.

Sentimen ini menekan sektor-sektor sensitif suku bunga serta mengurangi minat terhadap saham berisiko.

Kondisi tersebut mencerminkan bahwa arah kebijakan moneter global tetap menjadi penentu utama pergerakan pasar domestik dalam jangka pendek.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/11) sore, ditutup melemah 54,95 atau 0,65 persen ke posisi 8.361,93 seiring dengan memudarnya optimisme pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed pada pertemuan Desember 2025 mendatang.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,41 poin atau 0,75 persen ke posisi 843,51.

“Rasa tidak nyaman mulai menyebar di pasar, dan dengan harapan penurunan suku bunga di Desember 2025 memudar. Saat ini tampaknya merupakan waktu yang tepat bagi investor untuk mengambil keuntungan (profit-taking) dari strategi investasi yang cukup menguntungkan tahun ini, di antaranya membeli (long) saham dan menjual (short) dolar AS,” sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, pelaku pasar bersikap ragu terhadap pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed pada Desember 2025. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang penurunan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 45 persen, dibandingkan sebesar 62 persen pada pekan lalu.

Di sisi lain, pelaku pasar menantikan dimulainya kembali rilis data ekonomi pada pekan ini, setelah resmi dibukanya kembali pemerintah AS pasca government shutdown yang berlangsung cukup lama.

Pelaku pasar berharap mendapatkan gambaran resmi pasar tenaga kerja AS melalui rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) bulan September 2025 pada Kamis (20/11).

Rilis data NFP AS akan mendapatkan sorotan tajam, seiring pernyataan bernada lebih hati-hati (hawkish) yang dilontarkan oleh para pejabat tinggi The Fed belakangan ini, yang memicu keraguan terhadap penurunan suku bunga pada Desember 2025.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait dengan suku bunga acuannya, yang diproyeksikan tetap mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen. BI menyelenggarakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 November 2025 pekan ini.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor properti yang naik sebesar 2,17 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Megapolitan
Solidaritas Sosial dengan K...
Megapolitan
Kondisi Perekonomian Jakart...
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.