Baru Korban Tewas Ditemukan, BPND Lakukan Modifikasi Cuaca
📅 Senin, 17 Nov 2025, 01:02 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
CILACAP – Untuk mempercepat pencarian korban tertutup longsor petugas bencana terpaksa melakukan modifikasi cuaca. Kepala Kantor SAR/Basarnas Cilacap Muhammad Abdullah mengatakan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bertambah menjadi 13 orang dengan ditemukannya jenazah Diah Ramadani (17).
“Korban atas nama Diah Ramadani ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Worksite A-1 pada pukul 14.58 WIB,” katanya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Minggu petang. Sebelumnya, kata dia, tim SAR juga menemukan jenazah korban longsor atas nama Kasrinah (47).di Worksite A-2 pada pukul 12.03 WIB.
Dengan demikian, kata dia, sebanyak dua jenazah korban longsor ditemukan pada hari keempat operasi pencarian, Minggu (16/11). “Total jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan hingga hari keempat operasi pencarian sebanyak 13 orang, sehingga masih ada 10 orang yang dalam pencarian,” katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan pada hari keempat operasi pencarian, tim SAR juga menemukan satu bagian tubuh manusia di Worksite A-1 pada pukul 15.10 WIB. Menurut dia, tim SAR juga menemukan satu bagian tubuh manusia di Worksite B-1 pada 15.05 WIB.
“Penemuan ini adalah hasil dari kerja keras dan sinergi seluruh unsur tim di lapangan, meskipun medan cukup sulit dan kondisi cuaca tidak menentu,” kata Abdullah. Bencana tanah longsor terjadi pada Kamis (13/11), sekitar pukul 19.00 WIB, serta menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.
Sebaiknya Anda baca juga:
Longsor tersebut merusak 12 rumah serta mengancam 16 rumah lainnya di area seluas sekitar 6,5 hektare. Material longsor menimbun permukiman dan menyebabkan penurunan tanah sedalam 2 meter serta retakan sepanjang 25 meter. Berdasarkan data hingga Minggu (16/11) malam, total korban terdampak longsor berjumlah 46 orang, terdiri atas 23 orang selamat, 13 meninggal dunia, dan 10 lainnya masih dalam pencarian.
Modifikasi Cuaca
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan upaya modifikasi cuaca untuk mempercepat pencarian para korban hilang yang masih tertimbun material longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, akibat hujan yang beberapa hari menghambat operasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah Achmad Luthfi meninjau lokasi bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Minggu, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan mengatakan modifikasi cuaca mulai dilakukan pada Minggu (16/11) dengan melibatkan ahli dari BMKG di dalam pesawat pemantau.
“Kami berharap bisa berhasil ya, karena ini tergantung dengan angin,” katanya. Ia mengatakan ahli BMKG memiliki tugas mengidentifikasi kandungan air pada awan sebelum dilakukan penyemaian.
Ia meyakini dan percaya hujan tidak akan turun jika anginnya bisa sesuai dengan prediksi BMKG. “Kalau turun paling rintik. Tapi kalau angin di luar prediksi, ya hujan akan turun juga,” katanya.
Sementara dalam rapat evaluasi di Posko Lapangan, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan koordinasi seluruh unsur SAR terus diperkuat, terutama terkait kondisi cuaca yang kerap menghambat proses pencarian. “Sudah diminta untuk modifikasi cuaca, dan sudah dilakukan oleh BNPB,” katanya.
Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan keterbatasan waktu operasi akibat cuaca menjadi persoalan utama sejak hari pertama pencarian. “Waktunya hanya bisa dimulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. Dengan evaluasi yang ada, BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca agar dapat mengurangi hujan di lokasi,” katanya.
Ia mengatakan berdasarkan data sementara hingga hari keempat, Minggu (16/11), pukul 13.00 WIB, Basarnas telah menemukan 10 jenazah korban hilang, sementara sekitar 11 orang lainnya masih dalam pencarian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!