Abdi Dalem Keraton Yogyakarta Dilatih Jadi Pemadam Kebakaran
📅 Senin, 17 Nov 2025, 18:15 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
YOGYAKARTA - Puluhan abdi dalem Keraton Yogyakarta mengikuti pelatihan penanggulangan kebakaran yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (17/11). Upaya ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan keraton.
Pelatihan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) di lingkungan Keraton Yogyakarta itu dimulai sekitar pukul 10.30 WIB, meliputi praktik penggunaan alat pemadam api ringan, teknik pemadaman awal, serta simulasi penanganan kebakaran.
"Keraton Yogyakarta ini merupakan cagar budaya hidup, aset yang sangat mahal dan berarti bagi kita semua termasuk merupakan warisan dunia yang tak ternilai," ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata usai simulasi.
Kegiatan tersebut, kata dia, untuk memperkuat perlindungan Keraton Yogyakarta sebagai situs budaya yang juga rentan terhadap ancaman kebakaran.
"Karena itu kami berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan abdi dalem memiliki kesiapsiagaan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
BPBD DIY melibatkan sebanyak 80 abdi dalem dalam pelatihan tersebut, dengan menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta serta Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
"Kewaspadaan dan pencegahan adalah nilai utama yang harus menjadi bagian dari abdi dalem," kata dia.
Ruruh menambahkan bahwa DIY memiliki potensi bencana lain seperti gempa bumi, banjir, longsor, hingga erupsi gunung api, sehingga kemungkinan pelatihan lanjutan bagi para abdi dalem akan mempertimbangkan karakter ancaman tersebut sesuai kebutuhan keraton.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mengantisipasi berbagai ancaman itu, menurut dia, BPBD DIY telah menyiapkan sejumlah program peningkatan kapasitas.
"Kami mengambil peran mengantisipasi hal tersebut dengan berbagai program yang kita kemas di BPBD," ujar dia.
Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Sri Danardana, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu menilai pelatihan MKKG itu penting mengingat keterbatasan akses kendaraan pemadam ke area dalam keraton apabila terjadi kebakaran.
"Di dalam Keraton itu akses agak susah. Kalau 'amit-amit' ada kejadian di dalam cepuri (bagian dalam keraton), itu kan kendaraan pemadam juga tidak bisa masuk," ujar putri keempat Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X itu.
Ia menyadari kesiapansiagaan para abdi dalem amat penting karena sebagian besar mereka telah berusia lanjut dan berada di lingkungan keraton setiap hari.
"Biasanya yang ada di luaran sini, di daerah sini itu kan abdi dalem banyak juga yang sudah sepuh, jadi benar-benar latihan ini memang diperlukan," kata GKR Hayu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!