Indra Sjafri Nyatakan Timnya Beda dengan Tim Gerald Vanenburg
📅 Minggu, 16 Nov 2025, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA – Pelatih timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri tak ingin timnya disamakan oleh tim Garuda Muda yang dulu dilatih oleh Gerald Vanenburg.
Tim asuhan Indra kalah telak 0-3 dari Mali U-22 dalam laga uji coba di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (15/11).
Kekalahan ini membuat Garuda Muda asuhan Indra tak pernah menang dalam tiga laga uji coba dan hanya mencetak dua gol.
"Iya, tentu tim ini berbeda dengan tim yang kemarin itu," kata Indra pada jumpa pers setelah pertandingan di Stadion Pakansari, Sabtu.
Sebelumnya, tim asuhan Vanenburg yang juga dihuni pemain-pemain yang dipilih Indra saat ini, gagal dalam dua turnamen sebelumnya, yaitu Asean U-23 Championship (Piala AFF U-23) dan Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dua tim yang diasuh Vanenburg dan Indra memiliki sedikit kemiripan, yakni sama-sama sulit mencetak gol.
Jika tim Indra hanya menyarangkan dua gol dari tiga laga uji coba, tim Vanenburg gagal mencetak gol dalam empat dari delapan pertandingan.
Tim asuhan Vanenburg gagal mencetak gol untuk dua laga Asean U-23, yang salah satunya terjadi saat kalah 0-1 dari Vietnam pada final.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam Kualifikasi Piala Asia U-23, tumpulnya lini depan Garuda Muda melawan Laos dan Korea Selatan membuat mereka gagal ke putaran final.
"Perbedaan dari pemain-pemain juga. Banyak perbedaan. Ada beberapa pemain abroad yang masuk, yaitu Ivar, Mauro. Jadi, saya pikir kalau pertandingan di kualifikasi kemarin tentu enggak bisa jadi ukuran," kata Indra.
"Dan juga enggak bisa dibandingkan nantikan kualitasnya yang kita hadapi di SEA Games kan enggak seperti ini, enggak bisa gitu juga jawabannya. Yang penting dari tim-tim yang kita lawan yang kualitasnya memang bagus, ada berapa hal yang respons dari kita enggak tepat," lanjut dia.
"Yang harus kami perbaiki dari sisi produktivitas juga ada berapa peluang, tapi enggak gol, mungkin itu hal-hal yang memang harus kami perbaiki," tambah dia.
Indra menyadari kekalahan adalah guru terbaik untuk membuat timnya terus berkembang menuju SEA Games 2025 yang dimainkan di Thailand bulan depan.
Ia yakin dalam SEA Games nanti timnya menampilkan permainan yang lebih baik ketimbang melawan Mali, terutama apabil akhirnya dapat memainkan tiga pemain yang berkarier di luar negeri, Ivar Jenner dan Mauro Zijlstra, serta Marselino Ferdinan yang belum bergabung dalam pemusatan latihan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!