Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Tulungagung Tangani Dua Titik Longsor di Lereng Gunung WIlis

📅 Minggu, 16 Nov 2025, 07:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Tulungagung Tangani Dua Titik Longsor di Lereng Gunung WIlis Doc: Istimewa
Ket. Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut, namun aktivitas warga di dua desa terdampak terganggu akibat terputusnya jalur utama.

TULUNGAGUNG - BPBD Tulungagung bersama unsur TNI-Polri dan relawan melakukan penanganan darurat atas dua titik longsor yang memutus akses jalan desa di lereng Gunung Wilis, Desa Tugu dan Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, Tulungagung, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Heri Prawoto, Sabtu (15/11), mengatakan pihaknya telah menurunkan tim asesmen ke dua lokasi untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan di lapangan.

"Petugas sudah berada di dua lokasi sejak laporan masuk. Kami melakukan asesmen, pemasangan penanda area terdampak bencana, pengamanan akses serta pemasangan terpal untuk memitigasi risiko longsor susulan," ujarnya.

Di Desa Tugu, material longsor menutup badan jalan sepanjang sekitar 30 meter dengan kedalaman tebing longsor mencapai tujuh meter.

Petugas gabungan bersama warga melakukan pembersihan manual sambil menunggu alat berat dikerahkan.

Sementara di Desa Nyawangan, separuh badan jalan desa amblas sepanjang kurang lebih 10 meter. Kontur tanah yang labil membuat BPBD menutup total jalur itu dan menyiapkan rute alternatif bagi warga.

"Untuk Nyawangan, kondisi tanah belum stabil sehingga alat berat belum bisa masuk. Kami sarankan penutupan sementara sampai ada keputusan teknis dari dinas terkait," kata Heri.

Camat Sendang dan pemerintah desa juga telah menerbitkan imbauan kewaspadaan kepada warga. Jalur yang terdampak telah dipasangi garis pembatas serta rambu peringatan.

Polsek Sendang, Koramil Sendang, dan relawan setempat ikut membantu pengamanan lokasi serta mendampingi warga yang perlu melintas melalui jalan alternatif.

"Kami mengimbau warga tidak memaksakan melintas, terutama pada malam hari atau saat hujan deras, karena potensi longsor susulan masih tinggi," imbuhnya.

Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut, namun aktivitas warga di dua desa terdampak terganggu akibat terputusnya jalur utama. BPBD masih menunggu alat berat dari Dinas PU dan memastikan penanganan darurat berjalan sampai akses kembali normal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

KPPU Desak Revisi UU Antimonopoli

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
KPPU Desak Revisi UU Antimo...
Luar Negeri
Cuaca Panas El Nino Tingkat...
Nasional
Perampingan BUMN Diminta Fo...
Porprov NTB 2026: 4.860 Atlet Bersiap Masuk Radar PON 2028

Porprov NTB 2026: 4.860 Atlet Bersiap Masuk Radar PON 2028

16 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.