Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Jaktim: Biogas Komunal Mampu Cegah Penyakit dari BABS

25 Jumat, 14 Nov 2025, 12:46 WIB | Oleh:
Pemkot Jaktim: Biogas Komunal Mampu Cegah Penyakit dari BABS Pemkot Jaktim: Biogas Komunal Mampu Cegah Penyakit dari BABS Doc: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) didampingi Wali Kota Jakarta Timur Munjirin (kiri) meninjau tangki tinja saat meresmikan pemanfaatan biogas melalui instalasi tangki septik komunal di permukiman Gang Delta, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (13/11).

JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) menyebutkan pembangunan instalasi biogas komunal bukan hanya untuk menyediakan energi alternatif bagi warga, tetapi juga menjadi upaya mencegah penyakit akibat perilaku buang air besar sembarangan (BABS).

"Instalasi biogas komunal juga mampu mengatasi pembuangan BAB massal ke kali yang selama ini menimbulkan penyakit dan berpotensi menyebabkan stunting," kata Wakil Walikota Jakarta Timur Kusmanto di Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Jumat.

Dia mengatakan BABS merupakan salah satu sumber utama pencemaran yang memicu penyakit berbahaya dan turut meningkatkan risiko stunting di wilayah tersebut.

"Jakarta Timur ini stunting-nya cukup tinggi, dan salah satu pemicunya adalah kebiasaan masyarakat BAB buangnya ke saluran," ujar Kusmanto.

Menurut dia, bakteri dari tinja dapat berkembang biak dengan cepat di aliran kali dan memicu berbagai penyakit infeksi. Terlebih, BABS merupakan masalah kesehatan lingkungan serius di permukiman padat di Jakarta Timur.

Limbah tinja yang langsung dibuang ke sungai atau saluran air mengandung bakteri, virus, dan parasit yang dapat menyebabkan diare, infeksi saluran pencernaan, cacingan, penyakit kulit, serta gangguan tumbuh kembang pada anak.

"Bakteri itu berkembang di kali. Kalau dibiarkan, ini bisa menimbulkan penyakit dan jadi penyebab stunting," ucap Kusmanto.

Anak-anak yang sering bermain di sekitar saluran air tercemar pun menjadi kelompok yang paling rentan terpapar.

Untuk memutus rantai penyebaran penyakit tersebut, Pemkot Jakarta Timur membangun delapan instalasi biogas komunal. Tiga di antaranya telah beroperasi di Pekayon, Rambutan, dan Bidara Cina.

"Yang tadinya masyarakat buang BAB ke kali, sekarang dibuang ke sistem komunal. Dikumpulkan, ditampung, lalu diolah menjadi energi. Gasnya bisa dipakai memasak, bahkan jadi listrik," jelas Kusmanto.

Dengan sistem tersebut, limbah tinja tidak lagi mencemari sungai, patogen berbahaya dimusnahkan melalui proses pengolahan, dan hasil olahannya berubah menjadi energi bersih yang kembali ke masyarakat.

Teknologi itu terbukti efektif mengurangi potensi penyebaran bakteri penyebab penyakit, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga karena menghemat biaya energi.

Lebih lanjut, dia menuturkan selain pembangunan infrastruktur, Pemkot Jaktim aktif melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya BABS.

Sejumlah kelurahan telah mendeklarasikan Stop BABS atau Open Defecation Free (ODF) yang artinya warga berkomitmen berhenti buang air besar sembarangan.

"Kita sudah tekan beberapa kelurahan untuk deklarasi ODF. Orang buang air besar sembarangan itu tidak boleh. Untuk yang tidak punya septic tank, kita buatkan septic tank komunal dengan memanfaatkan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum)," tutur Kusmanto.

Dengan saluran tinja warga yang terhubung ke instalasi biogas, maka lingkungan menjadi lebih higienis, air sungai lebih bersih, dan kasus penyakit berbasis lingkungan dapat ditekan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Olahraga
Sayang Sekali, Leo/Daniel K...
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.