Pentagon: Intelejen Tiongkok Incar Teknologi Siluman F-35 yang akan Dibeli Arab Saudi
📅 Jumat, 14 Nov 2025, 10:16 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SKekhawatiran serupa juga muncul di Arab Saudi. Para pejabat AS sedang mendiskusikan apakah akan menerapkan perlindungan terhadap teknologi F-35, meskipun belum jelas apa yang akan tercantum dalam perjanjian penjualan dan saran apa yang dipaparkan dalam laporan intelijen Pentagon, jika ada.
Tiongkok dan Arab Saudi memiliki beberapa hubungan militer. Militer Tiongkok membantu Arab Saudi membangun rudal balistik dan memperoleh rudal yang lebih canggih, serta mengoperasikannya. Para anggota parlemen dari Partai Demokrat menyampaikan kekhawatiran tersebut dalam sebuah surat kepada Presiden Joseph R. Biden Jr. pada Juni 2022, sebelum kunjungan pertamanya ke kerajaan tersebut.
Saudi telah membeli rudal balistik jarak pendek dari Tiongkok selama bertahun-tahun, dan baru-baru ini mereka mulai membeli rudal Tiongkok yang lebih canggih dan mampu menempuh jarak lebih jauh. Mereka juga mulai memperoleh teknologi untuk membuat komponen sendiri, mendirikan fasilitas produksi, dan melakukan uji coba peluncuran, dengan tujuan yang tampaknya memungkinkan mereka memproduksi rudal sendiri, kata para pejabat AS.
Jeffrey Lewis, pakar pengendalian senjata di Middlebury Institute of International Studies di Monterey, California, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ia telah melihat citra satelit dari lokasi uji coba rudal di Arab Saudi yang merupakan versi lebih kecil dari lokasi uji coba rudal milik Tiongkok.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi Arab Saudi, memperoleh F-35 — jet tempur utama Amerika — akan memberikan angkatan udaranya keuntungan besar dalam hal siluman dan akan membantu pilotnya menilai ruang pertempuran yang kompleks dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh armada tempurnya saat ini, kata Gareth Jennings, editor penerbangan Janes, firma intelijen pertahanan.
“Singkatnya, F-35 mewakili puncak penerbangan tempur Barat dalam hal kemampuan dan 'hak membanggakan' prestise,” ujarnya.
Kehebatan F-35 terlihat jelas dalam perang 12 hari Israel dengan Iran pada bulan Juni. Meskipun militer Israel belum menjelaskan secara rinci peran pesawat tersebut dalam konflik tersebut, kemampuan F-35 untuk menghancurkan beberapa sistem pertahanan udara Iran memungkinkan jet-jet tempur Israel yang lebih tua "untuk beroperasi di atas Iran dengan impunitas yang nyata, dan kemungkinan besar merupakan faktor penyumbang yang sangat besar bagi keberhasilan Israel dalam operasi tersebut," ujar Jennings.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump telah membanggakan kesepakatannya dengan Arab Saudi yang kaya minyak, terutama dalam hal persenjataan. Ketika presiden Amerika Serikat mengunjungi kerajaan tersebut pada bulan Mei, Gedung Putih mengumumkan telah mengamankan kesepakatan senilai 600 miliar dolar dengan pemerintah dan perusahaan-perusahaan Saudi di sana. Paket terbesar adalah penjualan senjata senilai 142 miliar dolar. Namun, beberapa proyek komersial yang dipromosikan oleh pemerintahan Trump sudah berjalan sebelum Trump menjabat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!