Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bantul Lestarikan Budaya Jawa dengan Festival Karawitan bagi Anak

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 17:55 WIB | Oleh:
Bantul Lestarikan Budaya Jawa dengan Festival Karawitan bagi Anak Doc: ANTARA/HO-Kominfo Bantul
Ket. Festival Karawitan Anak di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.

BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Festival Karawitan Anak antarkecamatan tahun 2025 sebagai bagian dari upaya pelestarian terhadap budaya Jawa yang ada di daerah ini.

"Festival Karawitan Anak di Kabupaten Bantul ini perlu kita selenggarakan secara terus-menerus karena berguna untuk nguri-uri (melestarikan) budaya Jawa," kata Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta dalam pembukaan festival tersebut di Bantul, Rabu (9/7).

Festival karawitan dalam upaya meneruskan estafet kebudayaan kepada generasi penerus itu mengangkat tema "Ki Tjokrowasito sebagai Maestro Karawitan di Daerah Istimewa Yogyakarta", sebagai bentuk penghormatan terhadap jasanya di dunia karawitan.

"Festival karawitan bagi anak-anak juga akan membuat mereka menjadi kompak, karena ada unsur kebersamaan dan sinergi antarteman. Karawitan ini melibatkan banyak sekali gamelan sehingga dibutuhkan kekompakan dan kebersamaan," katanya.

Wabup mengatakan pentingnya upaya pelestarian budaya karawitan ini agar tidak luntur tergerus zaman. Terlebih, media sosial kini menunjukkan kepopuleran budaya luar, sehingga ini menjadi langkah strategis Dinas Kebudayaan Bantul dalam melestarikan budaya.

Wabup juga berharap, Festival Karawitan ini menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menampilkan potensi anak-anak Bantul dalam seni karawitan, tetapi juga memperkuat posisi Bantul sebagai bagian penting dari pusat kebudayaan di DIY.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Yanatun Yunadiana mengatakan festival karawitan anak ini memiliki peran penting sebagai sarana pengembangan dan pemanfaatan seni karawitan masa kini dan masa yang akan datang.

"Festival Karawitan Anak ini menjadi ajang kompetisi karawitan terbuka dan sebagai sarana penguatan identitas karawitan DIY," katanya.

Dalam festival karawitan anak ini, selain terdapat kejuaraan tingkat kelompok, juga ada beberapa nominasi kejuaraan individu, antara lain pengendang terbaik, penggender terbaik, pembonang terbaik, pengrebab terbaik, serta sindhen atau vokal terbaik. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Bupati Tangerang Minta Warg...
Daerah
Polres Karawang Ringkus Tig...

DPR RI Prioritaskan Pembahasan RUU Perampasan Aset

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
DPR RI Prioritaskan Pembaha...

UEFA Tolak Penambahan Peserta Piala Dunia 2030

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
UEFA Tolak Penambahan Peser...
Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.