Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Revitalisasi Pasar Tradisional dengan Skema Bantuan Pusat di Trenggalek

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 16:10 WIB | Oleh:
Revitalisasi Pasar Tradisional dengan Skema Bantuan Pusat di Trenggalek Doc: Antara/HO - Hamam daffa
Ket. Suasana dan aktivitas jual-beli di dalam salah satu Pasar Tradisional di Trenggalek, Kamis (13/11)

Ponorogo, Jawa Timur -- Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur kembali menggulirkan rancangan program revitalisasi pasar tradisional di daerah itu melalui skema bantuan pusat, tahun depan (2026).

"Revitalisasi penting untuk menghadirkan pasar tradisional yang layak dan representatif sebagai pusat ekonomi rakyat," kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomindag) Trenggalek Saniran di Trenggalek, Kamis.

Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki fasilitas perdagangan yang aman, bersih, dan nyaman.

"Program revitalisasi pasar tetap kami dorong. Karena keterbatasan anggaran di daerah, kami usulkan ke pemerintah pusat dengan harapan bisa memperoleh dukungan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK)," kata Saniran.

Ia menjelaskan, selama dua tahun terakhir belum ada alokasi DAK untuk revitalisasi pasar di Trenggalek.

Namun, Pemkab berencana kembali mengajukan proposal pada tahun 2026 melalui program pasar tematik sesuai ketentuan pemerintah pusat.

"Skema DAK sekarang berbasis pasar tematik, sementara di Trenggalek belum ada pasar tematik. Kami akan menyesuaikan dan tetap mengusulkan agar mendapat bantuan," ujarnya.

Dari total 23 pasar tradisional di Trenggalek, lebih dari 50 persen dinilai membutuhkan perbaikan menyeluruh.

Beberapa di antaranya ialah Pasar Dongko, Pasar Sebo, Pasar Tugu, Pasar Karangan, dan Pasar Bendo yang mengalami kerusakan cukup berat.

Sambil menunggu dukungan anggaran revitalisasi, pemerintah daerah tetap melakukan penanganan skala kecil dengan memanfaatkan dana retribusi pasar.

"Dari retribusi pasar kami anggarkan untuk perbaikan ringan, seperti talang air, tempat sampah, dan sarana pendukung lainnya. Prinsipnya, pemerintah hadir untuk menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat," tutur Saniran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.