Gubernur DKI dan Wamenkes Bahas Penanganan TBC di Jakarta
📅 Kamis, 13 Nov 2025, 19:20 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Reza Pratama Putra
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menerima audiensi Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus di Balai Kota Jakarta, Kamis (13/11). Dalam pertemuan ini, mereka membahas penanganan penyakit tuberkulosis (TBC) di Jakarta.
Usai pertemuan, Gubernur Pramono mengaku bersyukur atas kehadiran Wamenkes Benjamin yang selama ini dikenal sebagai ahli dalam penanganan penyakit tuberkulosis (TBC).
Ia mengungkapkan, program Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS) TBC merupakan salah satu inisiatif dari Wamenkes.
"Itu salah satu ide beliau, dan kemarin beliau sudah turun ke lapangan bersama Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk melihat dan memotret bagaimana persoalan tentang TBC yang ada di Jakarta," ujar Gubernur Pramono.
Gubernur Pramono juga mendorong penguatan program Kampung Siaga TBC berbasis RW agar secara mandiri menemukan warga yang terjangkit. Menurutnya, semakin banyak kasus ditemukan, maka penanganannya akan semakin efektif.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kampung Siaga TBC tadi sangat baik sekali di Jakarta. Ya, pokoknya seluruh RW harus ada," tegas dia.
Sementara itu, Wamenkes Benjamin yang akrab disapa Beni menyebut bahwa penanganan TBC merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju.
"Kasus penyakit TBC di Indonesia berada di urutan kedua terbanyak di dunia, dengan 10 persen kasus TBC dunia ada di Indonesia. Oleh karena itu, kalau kita mau jadi negara maju, TBC ini harus diberantas," ucap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beni menambahkan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) baru sebagai revisi dari Perpres Nomor 67 Tahun 2021. Dalam revisi tersebut, jumlah kementerian dan lembaga yang terlibat akan diperluas dari 15 menjadi 35, termasuk TNI dan Polri.
Ia juga meminta agar Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan ketersediaan obat bagi pasien TBC. Namun, menurutnya, penanganan TBC tidak cukup hanya dengan obat dan fasilitas medis.
"Orang sakit TBC karena faktor gizi, karena daya tahan tubuh yang turun. Di daerah kumuh pasti kasus TBC-nya tinggi. Maka kami tadi dengan Pak Gubernur mengatur termasuk hal-hal teknis yang di luar medis," ungkap dia.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menuturkan bahwa pihaknya telah diminta Kemenkes untuk menemukan 70 ribu kasus TBC di Jakarta. Saat ini, kata Ani, Dinkes telah menemukan 49 ribu kasus.
"Jadi memang seperti tadi disampaikan Pak Wamen, target pertama untuk pemberantasan TBC adalah menemukan. Jadi kami terus mencari, setidaknya sampai 70 ribu itu semuanya ketemu. Dan dari 49 ribu yang sudah ketemu, 90 persen lebih di antaranya sudah memulai pengobatan," pungkas dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!