Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prancis Bentuk Komite untuk Perkokoh Posisi Negara Palestina

📅 Rabu, 12 Nov 2025, 18:23 WIB | Oleh:
Prancis Bentuk Komite untuk Perkokoh Posisi Negara Palestina Doc: AFP/Christophe PETIT TESSON
Ket. Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas berjabat tangan setelah konferensi pers bersama di Istana Kepresidenan Elysee di Paris pada Selasa (11/11).

ISTANBUL - Presiden Prancis Emmanuel Macron, Selasa (11/11), mengumumkan pembentukan komite bersama Prancis–Palestina untuk menangani aspek hukum, konstitusional, dan kelembagaan guna memperkuat negara Palestina.

“Komite ini akan berkontribusi menyusun konstitusi baru berdasarkan rancangan yang diajukan Presiden Abbas, serta memenuhi seluruh prasyarat bagi terbentuknya Negara Palestina yang layak,” kata Macron dalam konferensi pers bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Paris.

Macron menegaskan, Prancis dan mitra Eropanya akan merespons keras bila Israel melanjutkan aneksasi sebagian atau seluruh wilayah Tepi Barat, baik secara hukum maupun de facto. Ia memperingatkan bahwa setiap bentuk aneksasi merupakan “garis merah.”

“Teror pemukim dan percepatan pembangunan permukiman telah mencapai rekor tertinggi, mengancam stabilitas Tepi Barat dan melanggar hukum internasional,” ujarnya, seraya menegaskan kembali komitmen Prancis terhadap solusi dua negara.

Ia menambahkan bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza harus dilakukan dengan aman di bawah koordinasi PBB dan sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional.

Prancis akan menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar 100 juta euro untuk Gaza pada 2025, termasuk pengiriman makanan tambahan bagi anak-anak, obat-obatan, dan peralatan medis.

Paris juga akan berpartisipasi dalam Konferensi Rekonstruksi Kairo serta membantu pemulihan sektor kesehatan Gaza melalui kerja sama dengan Badan Pembangunan Prancis dan Komite Palang Merah Internasional.

Macron menekankan bahwa stabilisasi Gaza membutuhkan kehadiran kembali aparat keamanan Otoritas Palestina untuk menjaga ketertiban, dan menyatakan kesiapan Prancis memperkuat kapasitas keamanan Palestina melalui misi Uni Eropa dengan mengirim lebih dari 100 anggota gendarmerie Prancis.

Abbas, dalam kesempatan itu, menyampaikan apresiasi kepada Presiden AS Donald Trump serta berterima kasih kepada Mesir, Qatar, dan Turki atas upaya mereka menjaga gencatan senjata, memfasilitasi pertukaran sandera, dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.

“Kami menghargai upaya tanpa henti Mesir, Qatar, dan Turkiye dalam memperkuat gencatan senjata serta mendukung operasi kemanusiaan,” kata Abbas, seraya menambahkan bahwa 160 negara kini telah mengakui Palestina.

Ia menyerukan agar negara-negara yang belum mengakui Palestina segera melakukannya, seraya menegaskan kembali bahwa Gaza merupakan bagian tak terpisahkan dari Negara Palestina di bawah kedaulatan Otoritas Palestina.

Dia menambahkan kesiapan pihaknya bekerja sama dengan seluruh mitra internasional, termasuk AS dan Prancis, untuk melanjutkan upaya perdamaian dengan jaminan internasional yang jelas. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
PMI Cianjur Pastikan Pendis...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.