Dunia Harus Bertindak untuk Hentikan Kekejaman di Sudan
📅 Rabu, 12 Nov 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: KJ/ones/and
JENEWA – Dunia harus segera bertindak untuk menghentikan “kekejaman mengerikan” yang terjadi di El-Fasher, Sudan, ujar Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Turk kepada AFP pada Senin (10/11), sambil mendesak negara-negara agar tidak menunggu sampai genosida benar-benar dinyatakan.
Pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF), yang telah berperang melawan militer reguler Sudan sejak April 2023, merebut benteng militer terakhir di Darfur Barat pada 26 Oktober lalu.
Sejak jatuhnya El-Fasher setelah pengepungan selama 18 bulan yang melelahkan, PBB dan para pemantau HAM melaporkan terjadinya kekejaman luas, termasuk pembunuhan dan penculikan bermotif etnis.
“Jelas bahwa kejahatan kekejaman sedang terjadi saat ini juga,” kata Turk dalam wawancara dengan AFP, menegaskan bahwa pengepungan itu sendiri sudah merupakan kejahatan kekejaman.
“Warga terperangkap di bawah pengepungan dalam kondisi yang mengerikan tanpa makanan, hampir tanpa air… Kami menerima laporan bahwa sebagian orang terpaksa memakan pakan ternak, bahkan kulit kacang tanah,” lanjutnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Turk menambahkan, dengan adanya deklarasi kelaparan di beberapa wilayah, situasi menjadi “sangat putus asa... dengan anak-anak yang sekarat karena kelaparan.”
PBB menyebut, sejumlah wilayah di Sudan telah menyatakan status kelaparan, dengan banyak anak-anak meninggal akibat kekurangan pangan. Kondisi ini menambah parah penderitaan warga yang telah lama terjebak dalam konflik bersenjata antara RSF dan militer reguler Sudan sejak April 2023.
Pembunuhan Massal
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak RSF menguasai wilayah itu, ujar Turk, kantornya telah menerima “bukti kredibel tentang pembunuhan massal”, di mana orang-orang yang mencoba melarikan diri dari situasi mengerikan itu justru ditembak.
“Ada laporan serius tentang pemerkosaan, kekerasan seksual, dan pemerkosaan berkelompok, serta pembunuhan terhadap mereka yang dianggap ‘kolaborator’,” katanya.
Ketika ditanya apakah ia khawatir genosida mungkin sedang berlangsung, Turk menekankan bahwa “apakah hal itu memenuhi syarat sebagai genosida atau tidak, itu keputusan otoritas hukum internasional.”
Namun, ia menegaskan, “Kita tidak boleh menunggu sampai hal itu dinyatakan. Kita harus bertindak sekarang, saat kekejaman mengerikan ini sedang terjadi.”
“Tidak perlu menunggu sampai pengadilan memutuskan bahwa itu genosida,” tegasnya.
Turk juga memperingatkan bahwa kekejaman yang terjadi di El-Fasher bisa terulang di wilayah kaya minyak, Kordofan, Sudan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!