Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Jember Ajak Pelajar Perangi Pernikahan Dini dan Stunting

📅 Selasa, 11 Nov 2025, 16:25 WIB | Oleh:
Pemkab Jember Ajak Pelajar Perangi Pernikahan Dini dan Stunting Doc: Istimewa
Ket. Berdasarkan data Pengadilan Agama Jember, pada tahun 2024, tercatat permohonan dispensasi kawin anak-anak menikah di bawah usia 19 tahun sebanyak 512 permohonan, sehingga pernikahan dini di Jember cukup tinggi.

SURABAYA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengajak para pelajar untuk memerangi pernikahan dini dan stunting guna mewujudkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan produktif melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (11/11).

Ratusan pengurus OSIS dari 175 SMA/SMK/MA se-Kabupaten Jember hadir dalam kegiatan sosialisasi yang dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Jember Edy Budi Susilo yang mewakili Bupati Jember Muhammad Fawait.

"Generasi muda nantinya menjadi pemimpin, inovator, dan penggerak kemajuan di masa depan. Namun, potensi besar itu hanya bisa terwujud apabila anak-anak tumbuh dan berkembang secara sehat, cerdas, dan produktif," kata Kadispora Edy Budi Susilo saat memberikan sambutan.

Berdasarkan data Pengadilan Agama Jember, pada tahun 2023 tercatat sebanyak 1.362 permohonan dispensasi kawin untuk anak-anak menikah di bawah usia 19 tahun dan tahun 2024, tercatat permohonan dispensasi kawin sebanyak 512 permohonan, sehingga pernikahan dini di Jember cukup tinggi.

Meski data menunjukkan adanya tren penurunan angka pernikahan dini di Kabupaten Jember, Edy menyayangkan bahwa kasus tersebut masih banyak terjadi dan menjadi keprihatinan bersama.

"Pernikahan dini bukan sekadar masalah usia, melainkan terkait kesiapan mental, fisik, dan sosial. Remaja yang menikah di usia muda cenderung belum siap memikul tanggung jawab sebagai orang tua, yang berakibat fatal pada kesehatan ibu dan anak," tuturnya.

Ia mengatakan pernikahan dini juga menyebabkan risiko kehamilan meningkat dan anak yang dilahirkan akan berisiko lebih besar mengalami stunting, sehingga pencegahan pernikahan dini sekaligus berarti memutus rantai kemiskinan.

Ia berharap para pelajar dapat memahami secara mendalam risiko pernikahan dini dan dampaknya pada masa depan mereka, sehingga mendorong para pengurus OSIS di sekolah untuk menjadi garda terdepan dalam sosialisasi kepada teman-temannya untuk mencegah pernikahan dini.

"Jadikan lah isu pencegahan pernikahan dini sebagai bagian dari program kerja OSIS, karena biasanya pengurus OSIS adalah influencer dan panutan di sekolah masing-masing," katanya.

Dispora Jember menyerukan agar para pelajar memaksimalkan peran mereka sebagai motor penggerak perubahan dengan membuat kampanye kreatif di media sosial dan mengadakan diskusi-diskusi positif di lingkungan sekolah dan komunitas.

"Kami ingin para pelajar SMA/SMK/MA bangga menjadi generasi emas Jember. Generasi yang sehat, berpendidikan tinggi, berakhlak mulia, serta mampu mengangkat nama baik daerah," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.