Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belasan Pelajar SD di Rejang Lebong Terdeteksi Menderita Kecacingan

📅 Selasa, 11 Nov 2025, 23:25 WIB | Oleh:
Belasan Pelajar SD di Rejang Lebong Terdeteksi Menderita Kecacingan Doc: Antara
Ket. Pemeriksaan kecacingan di SD negeri Tanjung Beringin Kabupaten Rejang Lebong oleh tim Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Selasa, (11/11/2025).

Rejang Lebong - Sebanyak 18 pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) Desa Tanjung Beringin, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu terdeteksi menderita kecacingan.

Laporan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM) atau Analis Kesehatan pada giat pemeriksaan kecacingan dan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) yang digagas Dinas Kesehatan (Dinkes) Rejang Lebong bersama Poltekes Kemenkes Bengkulu, Selasa.

"Dari 117 pelajar yang diperiksa oleh ATML, ada belasan siswa bahkan lebih yang positif terdampak kecacingan," kata Koordinator pelaksana kegiatan pemeriksaan kecacingan Poltekes Kemenkes Bengkulu Prof Demsa Simbolon.

Dia menjelaskan, pemeriksaan kecacingan di salah satu sekolah ini dilaksanakan pihaknya bekerja sama dengan Dinkes Rejang Lebong.

Tindak lanjut dari temuan ini, kata dia, pihak Dinkes Rejang Lebong langsung memberikan obat cacingan kepada para siswa, agar cacing yang ada di dalam usus tidak berkembang dengan cepat.

Poltekes Kemenkes Bengkulu sendiri dalam kegiatan itu bersama Dinkes Rejang Lebong juga memberikan edukasi secara langsung kepada pihak sekolah maupun para siswa, agar dapat menjaga kebersihan untuk terhindar dari yang namanya kecacingan ini.

Koordinator P2PM Dinkes Rejang Lebong Titin Julita menjelaskan setelah mendapat informasi adanya pelajar tingkat SD yang terindikasi cacingan langsung melakukan upaya pencegahan dengan jalan membagikan obat cacingan secara gratis.

Pemeriksaan kecacingan yang dilakukan di Desa Tanjung Beringin itu sendiri, kata dia, karena sebelumnya ada kasus kecacingan yang terjadi di wilayah ini. Namun kedepannya kegiatan seperti ini juga akan kita perluas lagi jangkauannya untuk membantu mensukseskan program MBG.

"Karena jika anak cacingan, MBG yang dimakan juga tidak terserap dan menjadi nutrisi karena dimakan oleh cacing yang ada di dalam usus,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...

Semburan asap di Pasar Baru

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Semburan asap di Pasar Baru
Megapolitan
Antisipasi dampak abu vulka...
Advertisement
Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.