Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Saham Anjlok Karena AS Hentikan Ekspor Chip Nvidia ke Tiongkok

📅 Kamis, 17 Apr 2025, 13:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pasar Saham Anjlok Karena AS Hentikan Ekspor Chip Nvidia ke Tiongkok Doc: AFP

LONDON - Pasar saham Eropa dan Asia sebagian besar melemah pada Rabu (16/4) setelah pemerintah Amerika Serikat memberlakukan pembatasan ekspor chip utama Nvidia ke Tiongkok, serangan perang dagang terbaru antara ekonomi terbesar dunia.

Nvidia pada Selasa (15/4) malam memberitahukan regulator bahwa pihaknya memperkirakan kerugian sebesar US$5,5 miliar pada kuartal ini karena persyaratan lisensi baru AS pada chip yang dapat dijual secara legal di negara Asia tersebut.

Perusahaan yang berperan penting dalam mendukung kecerdasan buatan ini mengatakan pihaknya harus memperoleh lisensi untuk mengekspor cip H20 ke Tiongkok karena ada kekhawatiran cip tersebut akan digunakan dalam superkomputer di sana.

“Keputusan Presiden Donald Trump atas Nvidia menandakan penurunan yang dipimpin teknologi untuk ekuitas AS ketika Wall Street dibuka,” kata Joshua Mahony, analis di kelompok perdagangan Scope Markets.

Setelah beberapa hari yang relatif damai di pasar menyusul keributan akibat tarif minggu lalu, investor sekali lagi bersikap defensif, membuat emas sebagai tempat berlindung yang aman di atas US$3.300 per ons untuk pertama kalinya.

Saham Nvidia anjlok sekitar enam persen dalam perdagangan setelah pasar, dan pemasoknya di Asia juga terpukul.

Trump juga telah memulai investigasi yang dapat mengakibatkan tarif dikenakan pada mineral penting seperti tanah jarang, yang digunakan dalam berbagai macam produk termasuk telepon pintar, turbin angin, dan motor kendaraan listrik.

"Nvidia menjatuhkan mikrofon, mengungkap pembatasan ekspor baru pada perlengkapan AI yang menuju Tiongkok," kata Stephen Innes di SPI Asset Management.

"Kemudian muncullah hal yang lain: Trump memerintahkan penyelidikan baru terhadap tarif mineral penting. Boom - begitu saja, kita kembali ke mode cambuk. Selamat datang di normal baru: satu langkah maju, dua pemeriksaan tarif mundur," tambah Innes.

Di Eropa, indeks saham acuan FTSE 100 London turun sekitar 0,5 persen sekitar tengah hari, bahkan saat data resmi menunjukkan inflasi Inggris melambat lebih dari yang diharapkan pada bulan Maret.

Paris dan Frankfurt kehilangan jumlah yang sama.

Dollar melemah sekali lagi terhadap mata uang utama, membantu emas mencapai rekor tertinggi baru, kali ini pada US$3.317,75.

Harga minyak naik hampir satu persen setelah penurunan tajam baru-baru ini di tengah kekhawatiran bahwa tarif akan melemahkan pertumbuhan ekonomi global.

Namun, minyak yang lebih murah dapat membantu mengendalikan inflasi, kata para analis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mau Meliput Krakatau, 5 Wartawan “Hilang” Sudah Ditemukan, Mampir di Pulau yang Susah Sinyal
    Syukurlah ....
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
Ekonomi
Panen raya bawang merah di ...

Semburan asap di Pasar Baru

3 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Semburan asap di Pasar Baru
Megapolitan
Antisipasi dampak abu vulka...
Advertisement
Tentara Jepang Tiba di Pontianak, Boyong 3 Heli Raksasa Chinook Bantu Padamkan Karhutla

Tentara Jepang Tiba di Pontianak, Boyong 3 Heli Raksasa Chinook Bantu Padamkan Karhutla

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.