Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Angka Kemiskinan Sudan Melonjak hingga 71 Persen Akibat Konflik

📅 Minggu, 09 Nov 2025, 14:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Angka Kemiskinan Sudan Melonjak hingga 71 Persen Akibat Konflik Doc: PBB
Ket. Pengungsi duduk di bawah tenda-tenda yang dibangun dari kayu gelondongan dan kain di Tawila, Darfur Utara, Sudan, 8 Agustus 2025.

KHARTOUM - Tingkat kemiskinan Sudan melonjak dari 21 persen menjadi 71 persen akibat konflik yang sedang berlangsung, yang menyebabkan 23 juta warga berada di bawah garis kemiskinan, demikian dilansir kantor berita resmi Sudan, SUNA, pada Sabtu (8/11).

Pemerintah Sudan sedang melaksanakan proyek-proyek produktif dan menciptakan lapangan kerja untuk memerangi kemiskinan, kata Menteri Sumber Daya Manusia dan Kesejahteraan Sosial Sudan Mutasim Ahmed Saleh seperti dikutip oleh SUNA.

Saleh menekankan pengalokasian dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) untuk proyek-proyek pembangunan dan perluasan program mikrofinansial bagi mereka yang kehilangan sumber penghasilan.

Kementerian itu berkoordinasi dengan Bank Sentral Sudan untuk melonggarkan syarat pembiayaan dan meningkatkan batas pinjaman bagi proyek-proyek skala kecil guna mendukung keluarga dan menghidupkan kembali perekonomian, imbuh Saleh.

Menurut laporan 3 November yang dirilis oleh Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (Integrated Food Security Phase Classification), sebuah inisiatif global multi-pemangku kepentingan yang bertujuan meningkatkan analisis ketahanan pangan dan gizi untuk mendukung pengambilan keputusan, sebanyak 21,2 juta orang, atau 45 persen populasi Sudan, menghadapi tingkat kerawanan pangan akut yang tinggi pada September, dengan kondisi kelaparan dilaporkan di El Fasher dan Kadugli.

Namun demikian, pemerintah Sudan membantah adanya kesenjangan pangan, menyebut laporan-laporan sebelumnya tentang kelaparan sebagai "berlebihan".

Sudan masih dilanda konflik menghancurkan antara Angkatan Bersenjata Sudan dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF), yang meletus pada April 2023. Perang tersebut menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa jutaan lainnya mengungsi, sehingga semakin menjerumuskan negara tersebut ke dalam krisis kemanusiaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Olahraga
Hayooo Tebak, Siapa Menang ...
Daerah
Kodim 0701/Banyumas Sebut 1...

Persiapan Asian Games, Voli Putra Pemanasan di Kamboja

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persiapan Asian Games, Voli...
Megapolitan
Bupati Banyumas Pastikan Bu...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Jokowi Tiba di Istana untuk HUT RI ke-81, Penampilan dengan Adat Bali Jadi Sorotan

Jokowi Tiba di Istana untuk HUT RI ke-81, Penampilan dengan Adat Bali Jadi Sorotan

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.