5 Destinasi Wisata Berkelanjutan di Dunia untuk Liburan Akhir Tahun
📅 Sabtu, 08 Nov 2025, 15:55 WIB | Oleh: Lili LestariPerjalanan keberlanjutan Singapura melegenda, dimulai pada tahun 1967 ketika Perdana Menteri Lee Kuan Yew mencanangkan visi "kota di dalam taman". Setelah lebih dari 50 tahun pembangunan perkotaan yang berwawasan – termasuk pembangunan lebih dari 300 km koridor hijau sebagai bagian dari Jaringan Penghubung Taman (Park Connector Network) – Singapura menjadi negara pertama di dunia yang menerima sertifikasi destinasi berkelanjutan dari Dewan Pariwisata Berkelanjutan Global (Global Sustainable Tourism Council) pada tahun 2023.
Sertifikasi ini mencerminkan komitmen negara itu terhadap tujuan Rencana Hijau Singapura 2030 untuk pembangunan berkelanjutan, yang mencakup peningkatan empat kali lipat penggunaan energi surya pada tahun 2025, pengurangan sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) sebesar 20% pada tahun 2030, dan pembatasan registrasi mobil baru untuk model energi yang lebih bersih mulai tahun 2030.
Penduduk lokal dan wisatawan terus merasakan manfaatnya, dengan adanya atraksi baru dan yang akan datang, termasuk Koridor Rel untuk hiking dan bersepeda sepanjang 24 km dan peningkatan 13 taman di selatan, serta dua jalur baru di jaringan Coast do Coast Trail.
4. Maui, AS
Sebaiknya Anda baca juga:
Kebakaran hutan yang melanda Pulau Maui di Hawaii pada Agustus 2023, yang merenggut 115 nyawa, menghancurkan lebih dari 2.200 bangunan dan rumah, serta menggusur ribuan orang, terasa di seluruh dunia. Beberapa hari setelah tragedi tersebut, banyak warga Hawaii mengimbau wisatwan untuk menjauh.
Mengingat kerusakan parah di sisi barat laut pulau, Otoritas Pariwista Hawaii (HTA) melaporkan bahwa Lāhainā akan tetap ditutup untuk umum hingga pemberitahuan lebih lanjut, dan menyarankan untuk memeriksa ketersediaan akomodasi di komunitas terdekat, yaitu Kā'anapali, Nāpili, dan Kapalua, sebelum berkunjung. Sementara itu, sisi timur pulau yang lebih liar masih terbuka untuk dijelajahi.
5. Greenland
Sebaiknya Anda baca juga:
Lama dibayangi oleh inisiatif pariwisata berkelanjutan yang inovatif dari negara-negara Nordik bagian bawah, Greenland juga mengambil langkah-langkah untuk melindungi wilayah esnya – dan industri pariwisatanya yang sedang berkembang – seiring menavigasi masa depannya di garis depan krisis iklim.
Nuuk menjadi ibu kota pertama di dunia yang disertifikasi oleh EarthCheck sebagai destinasi wisata berkelanjutan pada tahun 2020. Pada tahun 2022, Visit Greenland mengumumkan penghentian dukungannya terhadap wisata pesiar konvensional atas dasar keberlanjutan, dan pada tahun 2023, Visit Greenland mengundang industri pariwisata untuk mendukung janji bersama menuju pembangunan pariwisata yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Saat negara bersiap menyambut bandara internasional baru di Nuuk pada tahun 2024, operator pariwisata didesak untuk mendukung lima tema ikrar tersebut, mulai dari dukungan terhadap produk lokal hingga menciptakan peluang unik bagi wisatawan untuk berkunjung sepanjang musim.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!