Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Turki Bangun Rudal Presisi dengan Jangkauan 2.000 Km, Langkah Berani Erdogan Ubah Keseimbangan Eropa dan Timur Tengah

📅 Jumat, 07 Nov 2025, 05:55 WIB | Oleh:

Pada tahun 2030, pemerintah Turki bermaksud untuk mengurangi ketergantungannya pada impor pertahanan hingga di bawah 10%, membuat perusahaan seperti Aselsan, Rocketsan dan TAI menjadi pemimpin global di bidang rudal, drone, dan teknologi ruang angkasa.

Perubahan itu tidak hanya memperkuat otonomi Turki, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai kekuatan regional yang dapat menentukan arah strategisnya tanpa izin dari kekuatan eksternal.

Tantangan, Arah Masa Depan dan Implikasi Strategis

Meskipun ada kemajuan yang luar biasa, upaya Turki untuk mengembangkan rudal sejauh 2.000 km tidak terhindar dari tantangan teknis dan diplomatik.

Kemampuan untuk mengendalikan kembali kendaraan masuk, perlindungan panas dan keakuratan serangan pada jarak tersebut membutuhkan penguasaan ilmu material dan algoritma panduan yang sangat kompleks.

Pakar Barat mengharapkan proses ini memakan waktu bertahun-tahun dengan serangkaian pengujian berulang, terutama jika Turki melanjutkan aspirasi untuk menghasilkan sistem hipersonik yang bermanuver.

Partisipasi Turki dalam Rezim Kontrol Teknologi Rudal (MTCR) juga menambah kesulitan, karena dapat membatasi transfer teknologi atau ekspor ke negara-negara sekutu.

Sebaiknya Anda baca juga:

Selain itu, munculnya MRBM diperkirakan akan menimbulkan kekhawatiran di Washington, Brussels dan Tel Aviv, membuka kemungkinan sanksi diplomatik baru atau tekanan pada Ankara.

Namun, Turki belum pindah dari komitmen ini.

Presiden Erdogan menekankan pada Juni 2025, “Kami merencanakan produksi untuk meningkatkan stok rudal jarak menengah dan jarak jauh ke tingkat pencegahan yang kuat setelah perkembangan saat ini.”

Menteri Kacır menambahkan, “Dalam teknologi rudal, Turki sekarang berada pada tingkat yang sangat maju.”

Keyakinan ini menggambarkan lintasan keseluruhan modernisasi pertahanan Turki – yang mencakup pesawat tempur KAAN generasi kelima, drone Kızılelma siluman, serta sistem pertahanan udara jarak jauh Siper.

Semua proyek ini membentuk ekosistem pencegahan strategis baru yang memungkinkan Ankara memproyeksikan kekuatan militer di berbagai domain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Manchester United Siap Pinj...

Mourinho Terus Menata Kekuatan Madrid

49 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Mourinho Terus Menata Kekua...
Olahraga
Marc Marquez Siap Kembali k...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.