Turki Bangun Rudal Presisi dengan Jangkauan 2.000 Km, Langkah Berani Erdogan Ubah Keseimbangan Eropa dan Timur Tengah
📅 Jumat, 07 Nov 2025, 05:55 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMeskipun secara resmi dikategorikan sebagai rudal jarak pendek (SRBM), ukuran dan kinerja Tayfun Block-4 menunjukkan bahwa itu adalah prototipe untuk keluarga Cenk MRBM.
Biaya pengembangan program rudal 2.000 km diperkirakan melebihi 500 juta dolar AS, tetapi angka itu masih dalam kemampuan sektor pertahanan Turki yang berkembang, dengan nilai ekspor tahunan melebihi 6 miliar dolar AS pada tahun 2025.
Dampak Regional dan Implikasi Strategis
Jika Turki berhasil mengoperasikan rudal dengan jangkauan 2.000 km, keseimbangan kekuatan di Mediterania Timur dan Timur Tengah akan berubah secara dramatis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari lokasi peluncuran di Anatolia tengah, sistem ini memiliki potensi untuk menyerang target dari Tel Aviv, Athena, Kairo, Teheran, ke pangkalan NATO di Italia dan Kreta.
Bagi Israel, yang selalu mengandalkan sistem Sling Arrow-3 dan David untuk menangkis ancaman Iran dan Suriah, munculnya MRBM Turki membuka dimensi ancaman baru.
Seorang analis pertahanan Israel pernah memperingatkan, “Jika Turki mengoperasikan 2.500 km MRBM, keseimbangan kekuasaan akan berubah secara dramatis.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Di NATO, kebebasan Turki di bidang rudal dapat memicu ketegangan internal, terutama dengan Yunani mengenai perbatasan maritim dan Laut Aegea.
Seorang analis Eropa pernah menyatakan, “Bahaya yang ada tidak hanya dari sudut pandang teknis. Keberadaan MRB Turki mengaburkan batas antara kesetiaan aliansi dan ambisi bebas Ankara.
Perkembangan ini juga mencerminkan situasi di Iran, di mana rudal Sejjil dan Khorramshahr memberi Teheran jangkauan strategisnya sendiri.
Program MRBM Turki bisa menjadi keseimbangan bagi pengaruh Iran, sambil memastikan Ankara memiliki kemampuan pencegahan yang kredibel tanpa bergantung pada payung nuklir NATO.
Kerja sama pertahanan Turki dengan Ukraina di bidang baling-baling roket dan negosiasi dengan Pakistan pada uji coba rudal menandai adanya jaringan baru kerja sama pertahanan antara negara-negara non-Barat yang mengejar kedaulatan teknologi.
Secara ekonomi, program ini sejalan dengan agenda industri pertahanan yang lebih luas, bagian dari visi “bahasa Turki” oleh Presiden Erdogan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!