Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gawat! Rupiah Melemah dalam Lima Pekan Berturut-turut, Akselerasi Koreksi Jadi Alarm Waspada bagi Stabilitas Pasar

📅 Jumat, 07 Nov 2025, 18:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gawat! Rupiah Melemah dalam Lima Pekan Berturut-turut, Akselerasi Koreksi Jadi Alarm Waspada bagi Stabilitas Pasar Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto
Ket. Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta.

JAKARTA – Rupiah kembali melemah sepanjang pekan 3–7 November 2025, memperpanjang tren koreksi yang telah berlangsung selama empat pekan berturut-turut.

Tekanan terhadap mata uang domestik dipicu oleh penguatan dolar AS seiring ekspektasi bahwa kebijakan moneter The Fed masih akan bertahan ketat dalam waktu dekat.

Di sisi lain, permintaan valas korporasi dan sentimen global yang belum stabil turut membatasi ruang penguatan rupiah.

Sepekan ini atau periode perdagangan 3-7 November 2025, kurs rupiah terhadap dollar AS bergerak melemah 59 poin atau sekitar 0,35 persen. Angka tersebut lebih besar dibandingkan pelemahan pada empat pekan sebelumnya.

Sebagai catatan, selama periode pekan 27-31 Oktober 2025, kurs rupiah melemah 29 poin atau 0,17 persen. Koreksi ini melanjutkan pelemahan pada20-24 Oktober 2025 sebesar 12 poin atau sekitar 0,07 persen, pada13-17 Oktober 2025 yang terkoreksi 20 poin atau 0,12 persen dan pada pekan 6-10 Oktober 2025 yang melemah sebesar 7 poin atau sekitar 0,04 persen.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam perdagangan, Jumat (7/11), ditutup menguat tipis 11 poin ke level Rp16.690 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di Rp16.701 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memandang penguatan rupiah pada perdagangan sore ini dipengaruhi oleh meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed) menyusul sinyal pelemahan pasar tenaga kerja di negara tersebut.

“Ketidakpastian global masih tinggi akibat penutupan sebagian pemerintahan AS yang telah memasuki bulan kedua,” ujarnya di Jakarta.

Kondisi tersebut menunda rilis data ekonomi utama seperti ketenagakerjaan dan inflasi, sehingga pasar kehilangan panduan resmi dari otoritas. Pasar saat ini hanya mengandalkan survei sektor swasta sebagai acuan.

Laporan tenaga kerja swasta yang dirilis Kamis lalu menunjukkan tanda pelemahan pasar kerja, sehingga peluang The Fed memangkas suku bunga pada Desember naik menjadi sekitar 70 persen dari 60 persen sebelumnya.

Selain itu, Ibrahim menilai tekanan terhadap rupiah juga datang dari melemahnya data ekspor dan impor Tiongkok pada Oktober yang menandakan masih lemahnya permintaan global. Ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing pun memperburuk sentimen risiko.

"Sebuah laporan dari The Information pada hari Kamis menyatakan bahwa AS berencana untuk memblokir Nvidia dari penjualan chip AI skala kecil ke Tiongkok, sebuah langkah yang dapat membatasi akses perusahaan Tiongkok ke teknologi canggih," tuturnya.

Sementara dari dalam negeri, Ibrahim berpendapat, pelambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia turut menjadi faktor penahan penguatan rupiah.

Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 yang tercatat 5,04 persen dinilai memperberat upaya pemerintah mencapai target tahunan 5,2 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kemenkes Targetkan Nol Kematian DBD pada 2030

18 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Targetkan Nol Kema...
Ekonomi
PT KAI Angkut 26,49 Juta To...

Kemenhub Buka Rute Penerbangan Jakarta–Muara Bungo

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Kemenhub Buka Rute Penerban...
Megapolitan
Pertemuan Bilateral, Singap...
Ekonomi
PT KAI Layani 7,88 Juta Pel...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
HUT Jakarta ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum 27-28 Juni 2026

HUT Jakarta ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum 27-28 Juni 2026

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.