Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Makan Bergizi Gratis Tembus 40 Juta Penerima! Pemerintah Kerahkan Ribuan Koperasi untuk Amankan Pasokan

📅 Kamis, 06 Nov 2025, 20:16 WIB | Oleh:
Program Makan Bergizi Gratis Tembus 40 Juta Penerima! Pemerintah Kerahkan Ribuan Koperasi untuk Amankan Pasokan Doc: ANTARA/Novrian Arbi
Ket. Pekerja menyelesaikan pengemasan produksi susu di Unit Produksi Koperasi Produsen Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/10).

JAKARTA - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan sudah ada 1.000 lebih koperasi berperan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), baik sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun pemasok kebutuhan bahan baku.

Untuk mendukung kapasitas produksi koperasi, Ferry di Jakarta, Kamis, menyatakan pemerintah menyiapkan skema pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

Ia menyebutkan pembiayaan dapat digunakan untuk mendukung penyediaan bahan pangan, termasuk membangun peternakan ayam petelur, peternakan ayam daging, atau peternakan sapi perah, sesuai kebutuhan pasokan yang ditetapkan oleh SPPG.

“Kalau SPPG butuh jutaan butir telur maka kapasitas peternakan harus disesuaikan. LPDB siap membiayai, tergantung nilai dan proposal bisnisnya,” ujar Ferry.

Ia menyampaikan pemerintah juga telah menyetujui pembentukan tim gabungan antara Kementerian Koperasi dan Satgas MBG di berbagai daerah, guna mendukung Badan Gizi Nasional (BGN) dalam memenuhi kebutuhan pasokan untuk dapur-dapur Program MBG.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menyampaikan dukungan pembiayaan dari LPDB diharapkan mampu memperkuat koperasi-koperasi produksi dalam menjaga rantai pasok bahan pangan untuk Program MBG.

“Dengan dukungan dana LPDB, koperasi-koperasi bisa memenuhi kebutuhan dapur MBG dan mengamankan pasokan pangan yang sangat dibutuhkan di lapangan,” ujar Nanik di Jakarta, Kamis.

Menurut Nanik, jumlah penerima manfaat program MBG saat ini telah menembus lebih dari 40 juta jiwa. Mereka terdiri atas siswa TK, SD, SMP, SMA, serta balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Hidangan bergizi untuk para penerima manfaat disiapkan oleh dapur-dapur pengelola MBG yang kini berjumlah 14.229 SPPG.

Nanik menekankan bahwa penguatan koperasi produksi melalui dana bergulir akan membantu menambah pasokan pangan di pasar. Dengan pasokan yang optimal, kebutuhan masyarakat dan program MBG dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

“Jika pasokan melimpah, harga-harga bisa lebih terkendali dan risiko inflasi dapat diminimalkan,” kata Nanik.

Ia mencontohkan, untuk memenuhi kebutuhan pisang bagi satu SPPG dengan 3.000 penerima manfaat, dibutuhkan lahan seluas 1,5 hektare.

Koperasi-koperasi produksi pisang di desa-desa dinilai memiliki potensi besar untuk menyuplai kebutuhan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.