Setelah Drakor, Kini Dracin Membuai Layar Digital Indonesia
📅 Rabu, 05 Nov 2025, 16:20 WIB | Oleh: SriyonoKedua, aspek kesehatan mental juga patut diwaspadai. Perilaku binge-watching berpotensi menurunkan kualitas kesehatan mental, seperti meningkatnya kecemasan karena dorongan kuat untuk segera menyelesaikan episode yang ditonton.
Meskipun micro-drama awalnya berfungsi sebagai penghilang stres dan memberikan perasaan terhibur secara instan, kepuasan yang didapat seringkali hanya bersifat sementara. Hal ini yang menuntut konsumsi berkelanjutan.
Ketiga, masyarakat harus waspada terhadap standar sosial dan moral yang diserap, tanpa adanya filter kritis. Konten micro-drama adalah produk budaya Tiongkok yang telah disensor dan diarahkan oleh pemerintahnya, yang berarti nilai-nilai yang dibawa belum tentu selaras dengan konteks lokal. Kita harus memastikan bahwa nilai-nilai tersebut tidak secara pasif dan perlahan menggantikan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal Indonesia.
Booming micro-drama China adalah bukti nyata kecanggihan strategi menarik perhatian di era digital. Tugas kita sebagai konsumen media, bukan hanya menjadi penonton yang terhibur, melainkan menjadi penonton yang kritis dan berbudaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nikmati hiburannya, tetapi selalu pertahankan literasi media dan kendali diri (self-control) agar kita tidak hanya menjadi objek pasif dari mesin pencetak uang dan soft power negara lain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!