Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penanganan Warga Serang yang Diduga Terjangkit Chikungunya

📅 Rabu, 05 Nov 2025, 23:25 WIB | Oleh:
Penanganan Warga Serang yang Diduga Terjangkit Chikungunya Doc: Antara
Ket. Petugas berada di ruang layanan publik Dinkes Kota Serang, Banten, Rabu (5/11/2025).

Serang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Provinsi Banten, mencatat sembilan warga di Cikulur, wilayah kerja Puskesmas Ciracas, diduga terjangkit Chikungunya, di mana satu orang di antaranya harus dirawat di rumah sakit.

Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hasanudin, di Serang, Rabu, mengatakan delapan warga lainnya yang diduga terjangkit telah diobati oleh tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas dan dinyatakan sembuh.   

"Pada hari ini ditemukan juga Chikungunya dan lagi dibawa ke RS (rumah sakit). Totalnya ada sembilan. Delapan orang yang sudah diobati di puskesmas itu sudah sembuh, tidak ada yang meninggal," katanya. 

Hasanudin menjelaskan, petugas puskesmas harus proaktif mendatangi lokasi sebaran penyakit untuk melakukan pemeriksaan, pengobatan, dan penyuluhan, karena masyarakat enggan datang ke fasilitas kesehatan. 

Saat melakukan penyelidikan epidemiologi (PE), petugas menemukan jentik nyamuk di rumah penderita. Namun, upaya penegakan diagnosa terkendala karena warga yang bersangkutan menolak dilakukan rapid test.

"Ditemukan jentik nyamuk di rumah yang diduga penderita Chikungunya, tapi sayangnya saat akan dilakukan rapid test yang bersangkutan gak mau untuk memperkuat diagnosa," ujarnya.

Hasanudin menegaskan, fogging atau pengasapan hanya akan dilakukan jika hasil rapid test memastikan kasus tersebut adalah Chikungunya.

"Diagnosa dulu apakah betul Chikungunya, tipes atau apa. Kalau benar itu adalah Chikungunya, baru bisa di-fogging," tuturnya. 

Ia memaparkan, Chikungunya disebabkan oleh virus dan ditularkan oleh nyamuk, seperti Aedes aegypti (di dalam rumah) atau Aedes albopictus (di kebun).

Gejala yang umum dirasakan adalah demam tinggi 39-40 derajat Celcius, nyeri sendi hebat (atralgia) di lutut dan jari hingga sulit berjalan, sakit kepala, serta lemas.

Menurutnya, pencegahan yang paling jitu bukanlah fogging, melainkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur).

"Itu adalah 3M itu jitu, karena dengan itu tidak akan ada jentik yang jadi nyamuk sebagai vektor. Kalau fogging dan jentik nya masih ada, tumbuh lagi," katanya.

Ia mengimbau masyarakat yang mengalami gejala untuk segera ke puskesmas, banyak minum cairan agar tidak dehidrasi, dan istirahat cukup.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.