Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Imbangi Kenaikan Impor Barang Modal dengan Kapasitas Bahan Baku Lokal

📅 Rabu, 05 Nov 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Imbangi Kenaikan Impor Barang Modal dengan Kapasitas Bahan Baku Lokal Doc: istimewa
Ket. Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira

Proses perizinan yang berbelitbelit mempersulit investor, begitu juga gangguan keamanan membuat biaya investasi membengkak.

JAKARTA - Lembaga kajian Center of Economic and Law Studies (Celios) menyatakan kenaikan impor Januari-September 2025, dengan andil utama dari meningkatnya pembelian barang modal merupakan sinyal positif industri dalam negeri mulai ekspansi.

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira di Jakarta, Selasa (4/11) mengatakan dampak kenaikan impor barang modal itu akan dirasakan hasilnya tiga sampai enam bulan ke depan, berupa peningkatan kapasitas produksi.

Menurut dia, sektor industri yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ekspansi dan kapasitas produksi, yaitu, industri kima, farmasi, serta industri besi dan baja.

Guna membantu industri meningkatkan daya saingnya, ia pun menilai perlu insentif pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk impor barang modal, insentif pajak bumi bangunan, serta pengurangan tarif listrik guna memacu utilitas.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus selama 65 bulan berturut-turut atau sejak Mei 2020, dengan nilai keuntungan kumulatif Januari-September 2025 sebesar 33,48 miliar dollar AS atau sekitar 558 triliun rupiah.

Keuntungan kumulatif yang diperoleh Indonesia sejak awal tahun hingga September 2025 itu berasal dari total ekspor sebesar 209,8 miliar dollar AS atau 3,49 kuadriliun rupiah dan impor di periode yang sama sebanyak 176,32 miliar dollar AS atau 2,93 kuadriliun rupiah.

Impor periode Januari-September 2025 naik 2,62 persen secara tahunan, dengan andil utama peningkatan oleh impor barang modal sebesar 3,36 persen.

Menurut penggunaannya, impor yang dilakukan oleh Indonesia pada periode tersebut digunakan untuk bahan baku atau penolong sebesar 124,4 miliar dollar AS atau 2 kuadriliun rupiah, barang modal 35,9 miliar dollar AS atau 598 triliun rupiah, dan barang konsumsi 16,02 miliar dollar AS atau 267 triliun rupiah.

Menanggapi hal itu, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko, mengatakan data tersebut tentu memberikan sinyal positif terhadap perekonomian nasional.

Kenaikan impor bahan modal jelasnya, walaupun membutuhkan waktu untuk menghasilkan peningkatan produksi, namun akan menimbulkan dampak multiplier melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja dan konsumsi, peningkatan pembelian input yang terkait yang akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan konsumsi.

Momentum tersebut perlu dijaga, bahkan perlu difasilitasi agar iklim investasi di sektor riil semakin membaik.

“Proses perizinan jangan sampai berbelit-belit yang mempersulit investor, begitu juga keamanan, jangan sampai itu karena gangguan keamanan membuat biaya berlebih bagi investasi. Dalam banyak kasus, keamanan ini menimbulkan pembengkakan cost investasi, begitu juga perizinan yang birokratis yang tidak efisien,” katanya.

Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah penyediaan infrastruktur, perpajakan yang diawasi dengan ketat agar tetap kondusif dalam meningkatkan investasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.