Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Diminta Perkuat Mekanisasi Pertanian Nasional

📅 Jumat, 23 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Pemerintah Diminta Perkuat Mekanisasi Pertanian Nasional Doc: antara
Ket. Swasembada Pangan

Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A. Rozak menilai mekanisasi pertanian menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja sekaligus menjaga produktivitas guna mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

Menurut Hanan, petani kini semakin kesulitan mencari tenaga tanam, terutama untuk menggarap sawah seluas 0,5 hektare hingga satu hektare atau lebih. Kondisi tersebut berpotensi menghambat percepatan masa tanam jika masih mengandalkan tenaga kerja manual.

"Sekarang ini sangat sulit kita mencari tenaga tandur istilah saya tuh, terutama yang sawah-sawahnya yang luas 0,5 hektare, 1 hektare ke atas ya. Tenaga tanam tuh udah nggak ada lagi makanya program namanya mekanisasi pertanian, melalui mesin planter tuh sangat luar biasa kebijakan itu," kata Hanan di Jakarta, Kamis (22/10).

Seperti dikutip dari Antara, Hanan menilai program Kementerian Pertanian melalui bantuan mesin tanam (planter) merupakan langkah tepat untuk mempercepat proses budidaya dan menjaga produktivitas pangan nasional.

Persoalan serupa, lanjutnya, juga terjadi saat panen karena tenaga pemanen tradisional semakin terbatas. Akibatnya, sebagian petani harus mengantre penggunaan mesin hingga panen terlambat.

Karena itu, Hanan menyatakan Komisi IV DPR mendukung modernisasi pertanian melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian secara berkelanjutan. Selain meningkatkan efisiensi, mekanisasi diharapkan menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Namun, ia mengingatkan modernisasi harus disertai penguatan skala usaha petani yang mayoritas masih mengelola lahan relatif sempit. Dukungan terhadap irigasi, benih, pupuk, kelembagaan petani, dan penyuluhan juga perlu dijaga agar produktivitas meningkat secara berkelanjutan.

Sementara itu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar menilai Indonesia berpeluang menjadi kekuatan pangan dunia berkat iklim tropis serta penguatan riset dan inovasi pertanian.

“Indonesia adalah daerah tropis sehingga cocok untuk pengembangan (sejumlah komoditas pertanian) ini. Sehingga kita bukan hanya untuk kebutuhan kita, tetapi juga untuk ekspor, untuk kemandirian pangan,” kata Prof. Asep di Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.