Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pendapatan DKI Turun Rp69,36 Triliun, Legislatif Soroti Pemangkasan Bansos Rp57,9 Miliar

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 20:40 WIB | Oleh:
Pendapatan DKI Turun Rp69,36 Triliun, Legislatif Soroti Pemangkasan Bansos Rp57,9 Miliar Doc: ANTARA
Ket. Proyeksi penurunan target pendapatan daerah dalam Rancangan Peraturan Daerah Perubahan APBD 2026 menjadi perhatian Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta. Target pendapatan daerah diproyeksikan turun 2,93 persen menjadi Rp69,36 triliun.

JAKARTA - Proyeksi penurunan target pendapatan daerah dalam Rancangan Peraturan Daerah Perubahan APBD 2026 menjadi perhatian Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta. Target pendapatan daerah diproyeksikan turun 2,93 persen menjadi Rp69,36 triliun.

Penurunan tersebut dipengaruhi berkurangnya pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp159,6 miliar. Selain itu, pendapatan hibah juga diproyeksikan turun cukup besar hingga mencapai Rp2,41 triliun.

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga menyampaikan sorotan tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta mengenai Ranperda Perubahan APBD 2026 pada Kamis (3/9/2026). Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menjaga kemampuan fiskal Jakarta.

Fraksi PDI Perjuangan meminta Pemprov DKI Jakarta tidak terlalu mengandalkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor pajak dan retribusi. Pasalnya, kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya pulih dapat memengaruhi kemampuan masyarakat maupun dunia usaha dalam memenuhi kewajiban tersebut.

"Fraksi PDI Perjuangan tetap memegang teguh prinsip akselerasi dan inovasi yang lebih progresif dalam upaya peningkatan pendapatan daerah, sehingga APBD tidak hanya bertumpu pada PAD dari sektor pajak dan retribusi," ujar Pandapotan.

Fraksi PDI Perjuangan juga mendorong Pemprov DKI Jakarta mencari dan merealisasikan skema pembiayaan baru untuk menjaga ketahanan fiskal daerah. Upaya tersebut dinilai penting agar Jakarta memiliki sumber pendanaan yang lebih beragam di tengah perubahan kondisi ekonomi.

Pandapotan menyebut langkah tersebut sejalan dengan gagasan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk menggali berbagai sumber pendapatan baru. Sumber tersebut dapat berasal dari sektor yang bersifat anggaran maupun nonanggaran melalui skema pembiayaan kreatif.

"Kiranya gagasan ini dapat ditindaklanjuti oleh eksekutif pada waktu-waktu yang akan datang," tandas Pandapotan. Ia berharap terobosan tersebut dapat memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai berbagai program pembangunan.

Selain persoalan pendapatan daerah, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti pengurangan alokasi anggaran untuk perlindungan sosial masyarakat. Menurut mereka, kebijakan efisiensi anggaran harus dilakukan secara tepat agar tidak justru berdampak terhadap kelompok masyarakat yang berada dalam kondisi rentan.

Fraksi tersebut secara khusus mempertanyakan pengurangan belanja subsidi bantuan sosial yang dinilai cukup signifikan. Anggaran tersebut berkurang sebesar Rp57,9 miliar ketika kondisi ekonomi masyarakat masih menghadapi tantangan dan risiko bencana dinilai semakin sering terjadi.

"Fraksi PDI Perjuangan menyoroti tentang pengurangan Belanja Subsidi Bantuan Sosial yang cukup signifikan. Yakni sebesar Rp57,9 miliar, di tengah kondisi ekonomi dan kerawanan bencana yang sedang sering terjadi," pungkas Pandapotan.

Fraksi PDI Perjuangan berharap pemerintah daerah dapat memastikan setiap kebijakan efisiensi tetap mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Pengelolaan APBD 2026 juga dinilai perlu diarahkan untuk menjaga ketahanan fiskal sekaligus memastikan kelompok rentan tetap memperoleh perlindungan yang memadai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Aksi Jual Pasar Teknologi M...

Wabah Ebola di Kongo Telah Tewaskan 4.381 Jiwa

18 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola di Kongo Telah ...

BMKG Prediksi El Nino akan Bertahan hingga Awal 2027

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG Prediksi El Nino akan ...
Advertisement
Penumpang LRT Sumsel Diimbau Kenakan Masker

Penumpang LRT Sumsel Diimbau Kenakan Masker

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.