Prabowo Kagetkan Publik: Presiden Siap Gelontorkan Rp5 Triliun Demi KRL Jabodetabek
📅 Selasa, 04 Nov 2025, 18:54 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Andi Firdaus
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan akan menggelontorkan anggaran 5 triliun rupiah untuk PT KAI (Persero) guna menambah 30 rangkaian KRL Commuter Line di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Langkah ini diambil untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan layanan yang digunakan ratusan juta penumpang setiap tahun.
Presiden menyebut Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin melaporkan kepada dirinya bahwa KAI membutuhkan anggaran Rp4,8 triliun untuk menambah rangkaian gerbong KRL, namun Presiden kemudian menyatakan akan mengalokasikan anggaran sampai Rp5 triliun agar penambahan itu dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, yang lebih luas.
"Rakyat, sebagian besar, merasakan manfaat kereta api. Untuk itu, saya kasih petunjuk, akan kita perluas, akan kita perbesar. Untuk Jabodetabek, Dirut KAI mengatakan harus ada tambahan gerbong, rangkaian baru. Satu rangkaian butuh uang 9 juta dolar (AS), benar? Beliau ajukan totalnya Rp4,8 triliun. Ya, saya setujui, bahkan akan saya alokasikan tidak Rp4,8 triliun, tapi Rp5 triliun. Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu," kata Presiden Prabowo di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa, menceritakan isi pembicaraannya dengan Dirut KAI soal penambahan gerbong KRL untuk kawasan megapolitan Jabodetabek.
Anggaran sebesar Rp5 triliun itu rencananya dialokasikan untuk penambahan 30 rangkaian gerbong kereta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden menargetkan kepada KAI agar 30 rangkaian kereta baru itu tersedia dalam waktu setahun ke depan.
"Satu tahun ini harus. Ini rakyat yang saksi ya. Jadi, nanti ada tambahan 30 rangkaian baru. Saya juga tadi coba, bersih, nyaman, (ada) AC," ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo, didampingi jajarannya, menjajal layanan KRL Commuter Line dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam perjalanannya menggunakan kereta api itu, Presiden Prabowo sempat berbincang-bincang dengan beberapa penumpang Commuter Line.
Di Stasiun Tanah Abang Baru, Presiden menekankan kembali layanan kereta api yang strategis dan vital untuk menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat.
Setahun, ada 486 juta penumpang yang memanfaatkan layanan kereta api di Indonesia.
"Kereta api dan semua transportasi massal, mass transit system itu adalah bagian dari kehidupan masyarakat modern, yang sangat-sangat strategis, dan sangat vital," ujar Presiden.
Dalam acara peresmian Stasiun Tanah Abang Baru dan peninjauan layanan KRL Commuter Line hari ini, Presiden Prabowo didampingi antara lain Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!